Breaking News:

Demi Hidup Mandiri, Mahasiswa IAIN Pontianak ini Tak Malu Jadi Loper

Meski ayahnya terbilang memiliki posisi yang cukup strategis, di satu di antara kedinasan negara di Kabupaten Membawah, hal itu tak membuat...

Penulis: Ishak | Editor: Mirna Tribun

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kemandirian, jadi satu kata yang sangat penting bagi Mahdi Salman Faris (24). Pemuda yang juga Mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Jurusan Pendidikan Agama Islam ini, mencoba membuat sebuah keputusan besar dalam hidupnya.

BACA JUGA: Mahasiswa Untan Juara 3 Pada Kejuaraan Regional Medical Olympiad

Beberapa tahun belakangan, lantaran keperluan studinya, ia harus hidup terpisah, berjauhan dari kedua orangtuanya. Namun Putra ke dua dari empat bersaudara ini, menolak menjadi pribadi lemah tak mandiri.

Meski ayahnya terbilang memiliki posisi yang cukup strategis, di satu di antara kedinasan negara di Kabupaten Membawah, hal itu tak membuat dirinya berpangku tangan hanya mengandalkan orangtua. Terutama dalam hal membiayai kebutuhan hidupnya selama di perantauan.

Pucuk dicinta ulampun tiba, dalam satu momen, ia mendapatkan tawaran pekerjaan yang datang dari satu diantara sahabatnya.

“Waktu itu sekitar Januari 2014. Dapat informasi dari teman, yang juga canvasser di Tribun Pontianak. Katanya ada lowongan di Tribun Pontianak, sebagai loper koran,” kisahnya, Jumat (29/7/2016) pagi.

Kala itu, ia yang masih berstatus Mahasiswa semester tujuh itu, mengaku sempat menimbang-nimbang tawaran itu.

“Pertama kali, belum ada pengalaman. Modal nekat saja. Kalau tidak dicoba belum tahu,” tutur Putra pasangan Maman dan Arfah ini. Ia lantas menerima tawaran itu.

Tak ada samudra yang tak bergelombang untuk diarungi. Tak ada jalan perjuangan tanpa aral melintang. Pun juga dengan keputusannya untuk hidup mandiri. Pahit manis getirnya perjuangan, dan pengalamannya sebagai loper koran Tribun Pontianak, jelas dirasakannya.

Ia mengaku, awalnya cukup kesulitan menjalani profesinya ini. “Awalnya memang agak berat. Apalagi memang pekerjaan ini dituntut untuk bisa bangun sepagi mungkin setiap hari. Tapi lama-lama jadi kebiasaan. Tentu itu kebiasaan yang baik,” ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved