Dibedah Rumahnya, Beginilah Ekspresi Warga Toho ini

"Tidak tahu juga awalnya, datang tiba-tiba saja ini,"jelasnya.

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DHITA MUTIASARI
Puluhan warga dan TNI saat bergotong royong saat mengerjakan bedahr rumah milik keluarga Iwan, Kamis (28/7). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Iwan (30) satu di antara penerima program bantuan pemerintah melalui bedah rumah tahun 2015 lalu ini terlihat sumringah dan tak bisa menyimpan rasa bahagia karena akhirnya gubuk miliknya akan menjadi rumah yang layak huni. 

Ia bersama keluarga kecilnya tak perlu lagi bedesak-desakan digubuk kecilnya yang disebutnya selama ini 'rumah'.

"Bersyukur sekali, kalau tidak dapat bedah rumah tidak bisa begini rumah dan senang pastinya,"ujarnya kepada Tribun, Kamis (28/7/2016).

Berbagai bahan bangunan sudah ia terima dirumahnya.

"Ada cat 4 kaleg, papan 110 keping, kayu ukuran 46 sebanyak 30 batang, kayu ukuran 77 sebanyak 5 batang, seng 40 keping, dan paku,"jelasnya.

Namun lantaran masih terkendala jumlah yang belum mencukupi dan tenaga untuk pengerjaannya sehingga menunda pengerjaan rumah barunya.

Namun seperti gayung bersambut, melalui tawaran program karya bhakti TNI dari Koramil 1201-05/Toho bedah rumah akhirnya, impiannya kian sempurna.

"Harapannya supaya bisa berubah keadaan, hidup dan maju kedepannya tidak seperti sebelumnya," ujarnya.

Ia sendiri mengaku tidak mengetahui sama sekali tidak mengetahui untuk mendapatkan program bedah rumah tersebut.

"Tidak tahu juga awalnya, datang tiba-tiba saja ini,"jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved