Datang dari Garut, Deni Jualan Bendera di Ketapang
Saya sudah berjualan bendera di Ketapang ini sejak tiga terakhir
Penulis: Subandi | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Saat memperingati HUT RI setiap 17 Agustus, banyak warga mengibarkan bendera merah putih di depan rumahnya.
Demikian pula kantor pemerintah, perusahaan dan lain-lain. Bahkan banyak warga atau instansi memasang umbul-umbul termasuk di kendaraan pribadi.
Hal ini menjadi berkah bagi penjual bendera untuk mengais rezeki tambahan. Pedagang musiman ini sudah menjamur sejak tiga hari terakhir di Ketapang.
Mereka datang dari luar Ketapang dan berjualan di pinggir jalan raya.
“Saya sudah berjualan bendera di Ketapang ini sejak tiga terakhir,” kata Deni Setiawan (28) penjual bendera di depan Lembaga Pemasyarakatan Ketapang Jl S Parman Kecamatan Delta Pawan kepada wartawan, Kamis (28/7/2016).
Pemuda asal Kabupaten Garut, Jawa Barat ini mengaku sudah dua kali berjualan bendera di Ketapang, pada momen 17 Agustus. Setelah itu, dia kembali ke daerah asalnya.
“Kita pergi dari Garut delapan orang tapi yang jualan di Ketapang hanya dua. Teman saya yang lain ada yang jualan di Pangkalan Bun dan tempat lain. Tapi yang dari Bandung selain kelompok saya ada juga kelompok lain yang berjualan ke Ketapang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan jenis barang yang dijualnya seperti umbul-umbul dan bendera biasa. Kemudian background atau bendera untuk menghias plafon dan bendera untuk menghias gapura. Harga masing-masing barang bervariasi tergantung jenis dan ukuran.
“Paling murah bendera kecil yang biasa untuk dipasang di mobil hanya Rp 5 ribu. Paling mahal background ukuran besar kita jual Rp 350 ribu. Kalau bendera biasa ada yang harganya Rp 25 ribu dan ukuran besar Rp 50 ribu,” paparnya.
Deni mengaku rela menempuh perjalan jauh karena saingan pedagang di Ketapang kurang. Jika di Bandung menurutnya penjual bendera musiman cukup banyak. Kemudian di Ketapang menurutnya pembeli sangat antusias.
“Tahun lalu semua jenis barang dagangan saya habis terjual di Ketapang ini. Sejak tiga hari ini juga sudah ada pembeli pada hal 17 Agustus masih lama. Biasanya pembeli meningkat pesat sejak awal hingga menjalang 17 Agustus,” tuturnya.
Warga Desa Sukaharja Kecamatan Delta Pawan, Vera membeli bendera kepada Deni. Ia mengaku senang terhadap keberadaan pedagang bendara musiman itu.
Menurutnya banyak hal positif terkait keberadaan penjual bendera musiman itu. Di antaranya mempermudah warga Ketapang mencari bendara dan atribut lain untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI.
Selain itu, keberadaan pedagang bendera ini dinilainya turut memperindah Kota Ketapang karena pedagang cukup rapi memajang barang dagangannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/penjual-bendera_20160728_143342.jpg)