Tren Penguatan Rupiah
"Market kita itu peka tergantung rumor, tapi tidak begitu berpengaruh (FOMC)," ucap Ramadhan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga akhir tahun diperkirakan bakal menembus level kisaran Rp 12.000, seiring telah berjalannya kebijakan amnesti pajak.
Head of Fixed Income Anugerah Securindo Indah, Ramadhan Ario Maruto mengatakan, rupiah mulai menguat sejak dijalannya amnesti pajak yang saat ini berada di kisaran Rp 13.000 hingga Rp 13.100 per dolar AS.
"Pasar menunggu perkembangannya lagi, akhir tahun bisa di level Rp 12.000 sampai Rp 12.500, katalis utamanya tax amnesty ini," ujar Ramadhan, Jakarta, Senin (25/7/2016).
Tren penguatan rupiah, nantinya dapat terganjang sedikit menjelang Federal Open Market Committee (FOMC) meeting pada pertengahan pekan ini. Namun, ia melihat sentimen negatif tersebut hanya bersifat sementara.
"Market kita itu peka tergantung rumor, tapi tidak begitu berpengaruh (FOMC)," ucap Ramadhan.
Berdasarkan data Bloomberg, sekitar pukul 14.39 WIB rupiah berada di kisaran level Rp 13.134 per dolar AS, atau melemah dari penutupan perdagangan kemarin Rp 13.095 per dolar AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/rupiah-dollar_20160518_142731.jpg)