Tega, Seorang Ayah Perkosa, Sodomi, dan Menganiaya Anaknya Selama Sembilan Tahun

Usia Melati (Bukan nama sebenarnya) baru menginjak 10 tahun ketika pertama kali mengalami pelecehan seksual dari ayahnya.

Tega, Seorang Ayah Perkosa, Sodomi, dan Menganiaya Anaknya Selama Sembilan Tahun
Stomp
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGAPURA - Usia Melati (Bukan nama sebenarnya) baru menginjak 10 tahun ketika pertama kali mengalami pelecehan seksual dari ayahnya.

Kala itu dia masih berpakaian sekolah, hendak berangkat sekolah, lalu secara mengejutkan ayahnya membekap, lalu menyodominya.

Perisiwa ini membuatnya terkejut. Ia bahkan hendak bunuh diri karena peristiwa ini terus berulang selama sembilan tahun.

Dilansir dari situs STOMP, Melati baru berani melaporkan perisiwa ini satu bulan lalu saat ayahnya sudah menginjak usia 51 tahun.

Dalam persidangan, sang ayah diganjar hukuman 12,5 tahun penjara.

Hukuman itu karena ayahnya melakukan tiga tindakan kriminal sekaligus selama bertahun-tahun. Pertama telah memperkosa, Menyodomi, dan menganiaya Melati hingga Melati dewasa.

"Aku tidak bisa menerimanya, dan tidak akan pernah mencintainya karena apa yang ia lakukan sejak saya masih muda," kata Melati dalam persidangan tersebut.

Pengacara Melati menjelaskan aksi tersebut berawal dari kepergian sang ibu pada 2004.

Kepergian itu membuat Ayah Melati kesepian dan terjadilah bencana itu.

Pria itu memperkosa Melati setiap ada kesempatan. Lokasinya selalu di rumah.

Saat Melati beranjak dewasa, peristiwa itu terus berulang hingga membuat dia pergi dari rumah karena tak tahan dengan perlakuan kejam yang terus berulang.

Melati tak berani melaporkan kasus ini karena ayahnya selalu mengancam, dan selalu menganiaya dia.

"Bekas luka ayah saya ini tak bisa hilang," kata Melati. (Stomp)

Editor: Mirna Tribun
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved