Investasi Save Our Trade
Ratusan Nasabah SOT Kembali Padati Halaman Polres Mempawah
Ada apa dibalik ini, kami mohon bagi pihak manapun yang berkepentingan kami mohonlah bagaimana penyelesaian SOT ini
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Ratusan nasabah Save Our Trade (SOT) kembali memadati halaman Polres Mempawah, Jumat (22/7/2016).
Kedatangan mereka untuk mempertanyakan tindak lanjut pembagian modal nasabah oleh presiden direktur (presdir) SOT, Mahud Sidin.
Satu di antara nasabah, Iswandi mengungkapkan, mereka datang guna mempertanyakan tindak lanjut pembayaran yang sudah direkomendasikan oleh Wakapolres Mempawah Kompol Engkus Kusnandi saat nasabah beramai-ramai mendatangi Sekretariat SOT di Jalan Cempaka Mempawah 2 Juli lalu untuk dibagikan kembali 22 Juli ini.
"Sehingga apapun pernyataan kita selaku masyarakat pernyataan setingkat Wakapolres selaku petinggi Polres Mempawah adalah satu bentuk dasar hukum," jelasnya.
Namun ketika bertepatan 22 Juli ini, Wakapolres tidak bisa memastikan dan menghadirkan Mahud Sidin. Ini membuat nasabah tanda tanya kepada pihak kepolisian.
Begitu pula hingga berita diturunkan tidak ada satu pun admin SOT yang hadir baik bos dan para leadernya.
"Ada apa dibalik ini, kami mohon bagi pihak manapun yang berkepentingan kami mohonlah bagaimana penyelesaian SOT ini," jelasnya.
Sementara nasabah lainnya, Teo Hensen (32), rela jauh-jauh berangkat dari Sintang dalam memperjuangkan haknya atas persoalan SOT ini bahkan dari pukul 02.00 WIB dini hari.
"Saya tahunya dari isu yang beredar di masyarakat, kebetulan saya juga lihat di Tribunpontianak.co.id," ungkap pria yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswastawan ini.
Ia mengaku sebetulnya mereka ada 11 orang yang ikut dalam SOT ini dari Sintang. "Hanya yang lainnya belum melapor," jelasnya.
Ia mengaku total dana yang di masukkan ke SOT untuk ia pribadi sebesar Rp 105 juta rupiah dan total Rp 925 juta untuk mereka 11 orang melalui leader SOT bernama Bandi.
Dari total modal, ia mengaku baru mendapat pengembalian 20 persen.
Ia memang berharap bos SOT bersama para leader dapat diproses hukum yang berlaku. "Hanya mau melapor menunggu kesepakatan nasabah lainnya karena kita tidak sendiri," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/nasabah-sot-pusing-1_20160607_133009.jpg)