Bantah Tak Bayarkan Honor

Penanggung Jawab Kepanitian Temajuk Moto cross Open 2016 Indra membantah jika kepanitiaan tidak membayarkan honor enam umbrela girl asal singkawang

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NOVI SAPUTRA
Umbrella Girl korban kekerasan saat meminta bantuan hukum ke LBH Peka, Jumat (15/7/2016) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Penanggung Jawab Kepanitian Temajuk Moto cross Open 2016 Indra membantah jika kepanitiaan tidak membayarkan honor enam umbrela girl asal singkawang saat event moto cross beberapa waktu lalu.

Indra menjelaskan saat hendak ingin memakai jasa umbrela girl di Singkawang. Ia menjanjikan akan memberikan honor kepada enam umbrelLa girl sebesar Rp 300 ribu per hari. Karena acara race digelar satu hari yakni pada Minggu (10/7/2016) sehingga kepanitian hanya membayarkan satu hari saja.

"Sebenarnya memang kita agendakan 9 Juli dan 10 Juli. Karena ada kendala teknis jadi acara dilaksanakan pada hari Minggu saja," ujarnya.

Kata Indra, karena para umbrella girl hanya bertugas satu hari saja. Kepanitian akhirnya hanya membayarkan setiap umbrela girl sebesar Rp 300 ribu.

"Saya sudah membayarkan honor melalui mustain supir yang membawa keenam umbrella dari Singkwang ke Temajuk sebesar Rp 1,8 juta. Jumlah untuk keenam umbrela girl," tuturnya.

Dirinya juga membantah menelantarkan para umbrella girl saat berada di Temajuk. Bahkan ongkos transportasi, biaya supir dan sewa mobil yang digunakan oleh keenam umbrella juga ditanggung oleh panitia.

"Penginapan memang akan di penginapan. Akan tetapi karena situasinya vila sedang penuh. Sehingga kami memutuskan menginapkan sementara para umbrela tersebut di rumah tempat menginap personel libas. Kondisinyapun kami nilai layak," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved