607 Balon Memperebutkan Jadi Kades

Sebanyak 129 di antara sekitar 250 desa se-Ketapang diperkirakan September mendatang akan diselenggarakan pemilihan kepala desa (Kades).

Penulis: Subandi | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/IST
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sebanyak 129 di antara sekitar 250 desa se-Ketapang diperkirakan September mendatang akan diselenggarakan pemilihan kepala desa (Kades). Terkait pemilihan itu ada 607 orang atau bakal calon (Balon) memperebutkan jadi Kades.

“Kita perkirakan pemilihan Kades akan diselenggarakan September mendatang,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMDP dan KB), Muslimin di ruang kerjanya, Kamis (21/7/2016).

Ia menjelaskan di antara 129 desa ada 19 desa yang memiliki Balon lebih lima orang. Sehingga pihaknya akan melaksanakan tes akademik untuk menjadi Balon tersebut. Lantaran sesuai aturan masing-masing desa maksimal hanya lima Calon.

Menurutnya tes akademik dijadwalkan dilaksanakan Sabtu (23/7-red) mendatang. “Ada 143 Balon di 19 desa yang Balonnya lebih dari lima itu yang akan mengikuti tes akademik. Hasilnya akan dijaring masing-masing desa sisa lima calon Kades,” ucapnya.

Pihaknya juga akan melakukan verifikasi ulang terhadap persyaratan Balon. Verifikasi dilakukan termasuk terhadap 464 Balon di 120 desa yang Balonnya tak lebih dari lima. Tujuannya untuk penyeleksian menetapkan Balon menjadi calon Kades.

Di antara yang diverifikasi adalah mengenai adanya laporan masyarakat terkait keabsahan ijazah para Balon Kades tersebut. Sebab itu di antara semua Balon itu bisa saja digugurkan meski sudah dinyatakan diterima panitia.

“Kita gugurkan jika dalam verifikasi terbukti menyalahi aturan seperti penggunaan ijazah yang tidak sah dan lain sebagainya. Jadi tidak menutup kemungkinan ada Balon yang sudah diterima panitia tapi nanti kita gugurkan, tak menjadi calon,” jelasnya.

Ia mengungkapkan hingga saat ini ada beberapa laporan kepada Kecamatan maupun langsung ke pihaknya tentang keabsahan ijazah Balon. Saat ini pihaknya sedang mengecek keabsahan ijazah itu ke Dinas Pendidikan dan pihak terkait lainnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved