Komisi V DPRD Kalbar Panggil Diskes dan BPPOM

Komisi V DPRD Kalbar menggelar rapat kerja dengan dinas kesehatan Kalbar dan BPPOM Pontianak rapat membahas mengenai vaksin palsu yang kini sedang...

Penulis: Ali Anshori | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/YOUTUBE
Vaksin palsu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komisi V DPRD Kalbar menggelar rapat kerja dengan dinas kesehatan Kalbar dan BPPOM Pontianak rapat membahas mengenai vaksin palsu yang kini sedang menjadi perbincangan masyarakat ,Rabu (20/7/2016).

Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD, Suma Jeni Ketua Komisi V Markus Amid dan sejumlah anggota. Hadir pula kepala dinas kesehatan Kalbar Andy Jap, Kepala BPPOM Pontianak, Corry Panjaitan dan sejumlah staf.

Andy Jap mengatakan, kasus vaksin palsu ini memang tengah menjadi perhatian banyak pihak terutama di tingkat Nasional.

Namun demikian di Kalimantan Barat bisa dikatakan aman terhadap vaksin palsu ini.

“Setelah heboh dipusat kita langsung ambil tindakan dan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti BPPOM, dan dinas Kabupaten Kota di Kalbar untuk menindak lanjuti, kita juga telah ke lapangan untuk melakukan kroscek,” ujar Andi.

Kata Andy Jap, pihaknya bersama BPPOM juga sudah melakukan kroscek pada distributor resmi yang ada di Kalbar, melakukan pemeriksaan di rumah sakit swasta di Pontianak serta rumah sakit umum daerah, termasuk tempat praktek dan klinik.

“Kita juga sudah sampaikan intruksi kepada dokter, tempat praktek dan bidan untuk terpengaruh dengan vaksin yang murah, maka dari itu kita sarankan ambil pada distributor yang resmi,” tuturnya.

Kepala BPPOM Pontianak, Cory Panjaitan mengatakan, pemeriksaan terhadap vaksin palsu sudah dilakukan beberapa kali sejak berita tersebut heboh di media. Pertama dilakukan pada tanggal 23 Juni dan 29 Juni. Pemeriksaan sudah dilakukan ke beberapa faskes.

“Ada 27 rumah sakit swasta, 3 rumah sakit daerah tujuh klinik, dan beberapa tempat praktek, kita juga sudah lakukan kroscek di distributor resmi, dan kita tidak menemukan adanya vaksin palsu yang beredar,” katanya.

Namun demikian, kata Cory BPPOM setiap tahun selalu melakukan pemeriksaan terhadap vaksin yang masuk, hal ini juga sebagai antisipasi adanya vaksin beredar.

“Jadi tidak hanya pada saat adanya berita seperti ini saja kita lakukan pemeriksaan,” katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved