Anak Hilang
Ini Kronologi Hilangnya Kristin Leticia
Pada saat hari kejadian kata Mariani yang diceritakan oleh kakaknya, bahwa anaknya pergi untuk bermain bersama dengan teman-temannya.
Penulis: Zulfikri | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA – Kristin Leticia, atau yang sering dipanggil Tisya enam tahun, anak bungsu dari Mariani menghilang sejak Sabtu (25/6/2016) sekira pukul 14.00 WIB.
Baca Juga : Sudah 20 Hari, Kristin Leticia Hilang
Ibu bocah hilang, Mariani menceritakan, anaknya dititipkan sementara kepada kakaknya karena dia berangkat bekerja ke Malaysia, sedangkan suaminya Aripin bekerja di perkebunan.
“Anak saya dititipkan di tempat kakak saya, kemarin tanggal 25 Mei berangkat ke Kuching untuk bekerja, tapi cuman selang sebulan (25 Juni) saya dengar kabar anak saya menghilang, saya langsung pulang,” ujarnya saat mengunjungi Kantor Tribun Pontianak, Selasa (19/7/2016).
Dari keterangan suami kakaknya, bahwa Tisya sebelum menghilang sudah diingatkan oleh suami kakaknya yang saat itu sedang mencuci piring dan memberi makan untuk ayam peliharaannya.

“Pas dia main sudah dipesan jangan main jauh-jauh, dia bilang iya. Suaminya bilang lagi cuci piring, nanti kalau mau main ikut om dia bilang, Tisya menjawab iya. Selesai cuci piring, kasi ayam makan, habis itu pergi mencari Tisya tidak ada,” tutur Mariani.
Baca Juga : Sudah Tiga Pekan, Keberadaan Kristin Letisia Masih Misteri
Pada saat hari kejadian kata Mariani yang diceritakan oleh kakaknya, bahwa anaknya pergi untuk bermain bersama dengan teman-temannya sekira pukul 14.00 WIB, tidak berselang lama saat dicari oleh kakaknya tidak ditemukan Tisya.
“Tisya pergi main jam 2, jam 2 lewat sampai jam 3 dicari tidak ketemu. Menurut keterangan suami kakak saya, awalnya biasa main sama kawan-kawannnya, gak sampai 1 jam dicari sudah tidak ada,” katanya.
Mariani pun sempat menanyakan kepada teman bermain dari anaknya Tisya, mereka bilang bahwa anaknya pergi mau mencari om sehingga teman-temannya menganggapnya biasa saja.
“Teman-temannya bilang mereka bertiga main pondokan, petik kangkung di parit jadi dia jalan sendiri pisah gitu. Ditanya temannya Tisya mau kemana, dia bilang mau cari om. Itu saja, jadi temannya juga ya sudah saja, jadi cuman sebatas itu saja,” ungkapnya.
Lanjut Mariani, dari lingkungan sekitar tidak ada yang melihat kejadian tersebut seperti apa, karena mungkin waktu itu juga jam kerja, sehingga anaknya hilang tidak banyak diketahui warga sekitar di Sungai Pinang, Desa Kalimas, Sungai Kakap.
Warga setempat menurut penuturan Mariani, sudah mencari hingga malam hari selama kurang lebih 3-4 hari tetapi tak kunjung ditemukan.
“Warga setempat telah mencari sampai malam, cuman mereka nyari di sekitaran situ saja. Takutnya di air atau tersesat ke hutan kelapa, dicari 3 sampai 4 hari tidak dapat juga,” katanya.
Marini dengan pipi yang basah karena air mata berharap anaknya dapat ditemukan.
“Harapan saya siapa saja dimanapun masyarakat melihat anak saya, saya mohon anak saya dapat diantarkan pulang, atau diantarkan ke pihak berwajib, saya akan sangat berterimakasih,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kristin-leticia-bocah-yang-hilang_20160719_182803.jpg)