Penentuan Ketua DPC Partai Hanura Ketapang Ricuh
Di Kalimantan Barat (Kalbar) hanya di Partai Hanura di Ketapang yang belum melakukan Musyawarah Cabang (Muscab).
Penulis: Subandi | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Penentuan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Ketapang hingga saat ini ricuh. Sehingga di Kalimantan Barat (Kalbar) hanya di Partai Hanura di Ketapang yang belum melakukan Musyawarah Cabang (Muscab).
Kisruhnya ditubuh Partai Hanura Ketapang itu sangat disayangkan oleh satu di antara pendiri Partai Hanura Ketapang pada 2008, Dedy Sumarni.
“Kisruh di Partai Hanura harus segera berakhir,” katanya kepada wartawan di Ketapang, Jumat (15/7/2016).
Ia menjelaskan ada dua kandidat ketua sehingga membuat Partai Hanura kisruh yaitu Jamhuri Amir dan Tini. Menurutnya isu yang berkembang di antara keduanya bersaing secara tidak sehat bahkan melakukan rekayasa dokumen.
Diungkapkannya saat ini untuk menjadi Ketua Partai Hanura harus didukung di antaranya Pengurus Anak Cabang yang ada di Ketapang. Sebab itu dua kandidat harus membuktikan didukung oleh kepengurusan PAC yang sah.
“Kita minta kedua belah pihak kandidat bersainglah secara sehat. Bertarung memperebutkan untuk menjadi ketua partai secara jujur dan benar. Masing-masing harus bisa membuktikan didukung oleh pengurus yang sah,” ucapnya.
Kepada kedua kubu kandidat apapun hasil yang didukung terbanyak PAC Hanura. Maka pihak yang kalah harus menerima secara legowo.
“Kita berharap agar di tubuh Partai Hanura Ketapang kembali harmonis, tak ada kisruh,” harapnya.