Heriyanto : Apa Bedanya Jika Saya Mengibarkan Bendera Bintang Kejora
Menurut dia pengunjuk rasa yang hadir ke Pemkot bukan provokator, mereka terpanggil karena sikap nasionalismenya.
Penulis: Novi Saputra | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Wali Kota Awang Ishak menerima perwakilan pengunjuk rasa yang mengatasnamakan dari Forum Pecinta Ideologi Pancasila di ruang rapat lantai dasar Pemkot Singkawang, Kamis (14/7/2016).
"Saya tampung dulu aspirasi-aspirasi saudara, nanti baru kita diskusikan," ujar Awang memberikan kesempatan bicara kepada perwakilan pengunjukrasa.ini.
Seorang perwakilan pengunjuk rasa dari FKPPI, Heriyanto mengancam akan memasang bendera Bintang Kejora jika dalam kasus temuan kalender bergambar palu arit ini tidak diusut tuntas oleh aparat.
"Apa bedanya jika saya mengibarkan bendera Bintang Kejora, pasti Pak Kapolres marah Pak Dandim marah kan," kata Heriyanto.
Menurut dia pengunjuk rasa yang hadir ke Pemkot bukan provokator, mereka terpanggil karena sikap nasionalismenya.
Ia bahkan kemudian menumpahkan uneg-unegnya terhadap kinerja Kesbangpolinmas, yang menurutnya tidak tanggap atas temuan-temuan yang berafiliasi dengan paham komunis.
"Saya kecewa dengan Kesbangpol, saya sangat menyesal mengapa bisa begini. Kesbangpol harus punya sikap dan melihat situasi dan kondisi. Apapun bentuknya dan gambar dimanapun ada palu arit, jangankan di kalender di sandal saja salah," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/heriyanto_20160714_123228.jpg)