Lahabi Mengaku Masyarakat Perumnas IV Setia dengan Kubu Raya

Permasalahan yang terjadi bukan bersinggungan dengan Kabupaten Mempawah dengan Kabupaten Kubu Raya melainkan, Kubu Raya dengan Kota Pontianak.

Lahabi Mengaku Masyarakat Perumnas IV Setia dengan Kubu Raya
TRIBUN PONTIANAK/SYAHRONI
Bupati dan wakil serta sekda dan jajaran saat berdiskusi dengan tokoh masyarakat Perumnas IV untuk mencari solusi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Pemekaran daerah yang kerap menyisakan persoalan dan permasalan adalah garis batas wilayah. Hal itulah yang terjadi dengan masyarakat Kabupaten Kubu Raya, Kecamatan Sungai Ambawang yang berada di wilayah Perum IV yang selama ini masih mengalami persoalan kewilayahan, kendati sudah menjadi Desa Ampera Raya.

Menurut rilis yang dikirim Humas Pemkab Kubu Raya, tokoh masyarakat Perumnas IV Ahmad Lahabi menyampaikan kepada Bupati, bahwa masyarakat Perumnas IV yang merupakan wilayah Kabupaten Kubu Raya tetap setia kepada Kabupaten Kubu Raya, saat Rusman Ali mengunjungi tokoh masyarakat tersebut.

Menurut Ahmad Lahabi hanya ada segelintir orang yang mencoba melakukan politisasi terkait kewilayahan tersebut.

Permasalahan yang terjadi bukan bersinggungan dengan Kabupaten Mempawah dengan Kabupaten Kubu Raya melainkan, Kubu Raya dengan Kota Pontianak.

“Kami tetap Kubu Raya, sejak awal kami di sini kami beli perumahan ini atas nama Kabupaten Pontianak yang sekarang Mempawah bukan Kota Pontianak," ujarnya.

Maka dari Itu Lahabi mengungkapkan, setelah Kubu Raya terbentuk wilayah yang dimekarkan dari Kabupaten Pontianak (Mempawah) maka dengan otomatis saat ini Perumnas IV termasuk wilayah Kubu Raya.

Lahabi juga meminta masyarakat sekitar Perumnas IV agar tidak terpancing oleh bujukan segelintir orang yang memiliki kepentingan tertentu untuk mengajak menjadi bagian dari Kota Pontianak.

Ditegaskan Lahabi, yang menjadi korban adalah masyarakat sendiri yang dirugikan juga masyarakat sendiri sebab akan berpengaruh pada administrasi kependudukan, masyarakat yang akan menyulitkan mereka mendapatkan program pemerintah sebab ada dalam wilayah yang menggantung.

Lahabi sebagai tokoh masyarakat setempat meminta agar pemerintah Kubu Raya segera mungkin untuk menyelesaikan perbatasan dan wilayah mereka di Perumnas IV yang menjadi polemik di kalangan masyarakat yang ingin bergabung dengan Kota Pontianak.

Sementara itu Bupati Kubu Raya Rusman Ali didampingi Wakil Bupati Kubu Raya dan Plt Sekda, meminta masyarakat semuanya agar mengumpulkan sertifikat awal kepemilikan rumah masyarakat yang ada di Perumnas IV.

Hal tersebut dilakulan sebagai bukti bagi pemerintah dalam memperjuangakan dan menyelesaikan persoalan wilayah tersebut.

Bupati Rusman Ali menyebutkan, persoalan Perumas IV sudah menjadi persoalan antara Kabupaten dengan Kota maka yang berhak memutuskan dan menanganinya adalah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Karna tapal batas dan persoalan wilayah perumnas IV ini sudah menjawdi kewenagan dari Pemprov, maka Itulah sebabnya saya meminta masyarakat lewat rt/rw dan tokoh amsyarakat mengumpulkan semua berkas pendukung seperti sertifikat dan dokumen admministarsi," ujarnya.

Dikumpulkannya segala berkas tersebut hanya untuk menguatkan bahwa memang benar wilayah Perumnas IV bagian dari Pemekaran Pontianak (Mempawah) yang secara otomatis menjadi wilayah Kubu Raya.

"Kami akan segera mungkin untuk berkoordinasi dengan Pemprov mengenai permasalahan ini," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Steven Greatness
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved