Piala Eropa 2016

Duel Klasik Portugal Vs Perancis

Perancis belum pernah masuk babak semifinal sejak tahun 1960, apalagi melaju ke babak final. Begitu juga dengan Portugal.

Duel Klasik Portugal Vs Perancis

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Portugal bukan lawan baru bagi pasukan Ayam Jantan Prancis. Sebab, kedua tim ini sering bertemu di babak semifinal turnamen besar. Inilah duel klasik Eropa. Michel Platini dan Zinedine Zidane pun menjadi pahlawan dalam laga kontra Portugal.

Masyarakat Perancis tak mungkin melupakan laga di Stadion Velodrome, Marseille, 23 Juni 1984. Itulah laga paling panas di ajang Euro 1984, Perancis bertemu dengan Portugal di semifinal.

Perancis belum pernah masuk babak semifinal sejak tahun 1960, apalagi melaju ke babak final. Begitu juga dengan Portugal.

Maka, tak mengherankan jika kedua tim tampil ngotot dan keras, yang membuat panas suasana.

Perancis sudah di atas angin sejak menit ke-24, lewat gol Jean-Francois Domerque. Hanya saja Rui Jordao, pemain Portugal, menyamakan kedudukan di menit ke-74.

Suasana tambah panas, namun kedudukan 1-1 bertahan sampai pertandingan berakhir.

Pertandingan dilanjutkan dengan babak tambahan 2 x 15 menit. Jordao kemudian mencetak gol lagi di menit ke-98. Namun kedudukan itu tak berlangsung lama, karena Domergue juga mencetak gol lagi.

Di saat pertandingan semakin mendekati menit ke-120, dan Stadion Velodrome tambah panas, Platini menyarangkan gol kemenangan di menit ke-119.

Perancis menang dan melaju ke babak final, Platini dielu-elukan sebagai pahlawan. Cerita akhirnya semua orang sudah tahu, Prancis menjadi juara Euro 1984 setelah mengalahkan Spanyol 2-0.

Laga panas Perancis-Portugal terjadi lagi di tahun 2000. Tepatnya pada 28 Juni 2000, lagi-lagi di babak semifinal Euro, namun kali ini laga berlangsung di King Baudouin Stadium, Brusel, Belgia.

Seperti juga di tahun 1984, pertandingan berjalan alot dengan skor 1-1 sampai menit 90. Maka, babak tambahan pun dimainkan.

Sekali lagi nasib baik tak memihak Perancis, karena bek kanan Portugal Abel Xavier melakukan handball di menit ke-116. Wasit Guenter Benkoe dari Austria menunjuk titik penalti, dan eksekusi dilakukan oleh Zidane dengan baik.

Perancis kembali melaju ke final, dan menjadi juara Euro tahun itu. Zidane pun dielu-elukan sebagai pahlawan.

Editor: Arief
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved