Pep Guardiola Tak Cukup Baik untuk Manchester City

Saya beruntung pernah melatih Barcelona dan Munich dengan ekspektasi tinggi dan pemain-pemain berkualitas.

Pep Guardiola Tak Cukup Baik untuk Manchester City
John MACDOUGALL / AFP
Josep Guardiola. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ekspektasi fans Manchester City terhadap manajer anyar mereka, Pep Guardiola, tentu sangat tinggi, mengingat karier Pep sebagai manajer sudah dibuktikannya di dua negara berbeda, Spanyol bersama Barcelona, dan Jerman saat menangani Bayern Munich.

Namun, di samping ekspektasi tersebut, manajer 45 tahun ini tak mau besar kepala. Dia justru menilai kapasitasnya tidak cukup baik untuk membuat ManCity sesukses dua klub sebelumnya yang dia tangani.

"Untuk datang ke negara tempat asal permainan sepakbola, dan yakin bisa mengubahnya adalah sesuatu yang lancang. Saya tak cukup baik untuk bisa mengubah segalanya," kata Pep, kepada Independent.

"Mengubah mentalitas klub yang sudah 120 tahun berdiri jelas terlihat lancang dan tidak sopan. Saya percaya kapasitas saya untuk melakukan pekerjaan saya, tapi saya tidak akan mampu mengubah mentalitas dan budaya sepakbola Inggris," ujarnya.

BACA: Guardiola Datang, Nasib Pemain Manchester City Terancam

Pertandingan pertama Man City bersama Guardiola akan dilangsungkan pada Kamis, 21 Juli 2015, melawan mantan klub Guardiola, Bayern Munich dalam sebuah laga persahabatan di Etihad Stadium.

Untuk publik bisa melihat kapasitas seorang Guardiola, dia menjadikan laga tersebut sebagai tolok ukur yang bisa dinilai fans, bagaimana perubahan yang dibawa ke dalam skuat The Citizens.

"Orang-orang jangan berekspektasi seberapa bagus kami di bulan Januari dan Februari, tapi berekspektasilah dari pertandingan persahabatan melawan Bayern Munich, bulan ini, untuk melihat seberapa bagusnya Pep Guardiola," tutur Pep.

"Saya beruntung pernah melatih Barcelona dan Munich dengan ekspektasi tinggi dan pemain-pemain berkualitas. Sekarang ekspektasi itu berlanjut, mari kita coba," ujarnya.

Soal bagaimana kultur dan gaya permainan sepakbola di Premier League, Guardiola sudah lebih dulu mendapat informasi dari seorang Xabi Alonso, pemain asal Spanyol yang pernah membela Liverpool, dan menjadi anak asuh Guardiola di Munich.

"Saya tak perlu waktu dua bulan untuk mengetahui seberapa kompetitif Premier League. Pemain seperti Xabi Alonso, saya tanyakan, 'Beri tahu saya tentang sepakbola Inggris dan Premier League'.

Saya tak pernah mendapat jawaban 'Oh, itu mudah untukmu'. Semua yang dikatakan pasti Premier League itu sulit. Saya tak tahu alasannya, tapi itulah mengapa saya datang dan ingin menemukan jawaban," ujar Guardiola.

Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved