Ramadan 1437 H

Ramadan Kali ini, Lazismu Hanya Capai Target 10 Persen

Ia menceritakan, dirinya dan kepengurusan Lazismu PW Muhammadiyah Kalbar, terbilang masih sangat baru.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Sekretaris Lazismu PW Muhammadiyah Kalbar, Ariansyah (36), saat ditemui di Masjid At Tayyibah, Pal 4, Pontianak Barat, Minggu (03/07/2016) sore. Meski waktu persiapan terbilang mepet, ia bersyukur Lazismu PW Muhammadiyah berhasil jalankan programnya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Meski persiapannya terbilang singkat, Lembaga Zakat Infaq dan Sadakah Muhammadiyah (Lazismu) Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kalbar dinilai cukup berhasil menjalankan beberapa program yang telah dicanangkan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Lazismu PW Muhammadiyah Kalbar, Ariansyah (36), saat ditemui di Masjid At Tayyibah, Pal 4, Pontianak Barat, Minggu (3/7/2016) sore.

Ia menceritakan, dirinya dan kepengurusan Lazismu PW Muhammadiyah Kalbar, terbilang masih sangat baru.

Ia dan pengurus lainnya dilantik tepat sebulan sebelum Ramadan.

Meski waktunya singkat, ia mengaku, pihaknya mencoba menelurkan beberapa program kerja di masa kepengurusannya ini.

“Ada banyak terobosan yang coba dibuat. Jika sebelumnya cuma koordinasi dengan unit yang ada dibawah, maka tahun ini kami juga coba buat program kerja. Jadi teman-teman di bawah kerja, kami di atas juga kerja,” terangnya.

Upaya terobosan yang dibuat pihaknya ini lantas disebutnya menciptakan banyak kesan bagi dirinya. Yang paling berkesan baginya, diantaranya kesibukan dalam mengelola Lazismu.

“Kebetulan kami semua ini juga punya kegiatan di luar. Saya sendiri guru, mempersiapkan ujian nasional dan sebagainya. Jadi cukup kerepotan. Tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar. Semoga jadi ibadah yang diterima Allah SWT,” tuturnya.

Adapun beberapa program yang coba dihadirkan pihaknya pada Ramadan kali ini, diantaranya tunjangan hari raya untuk dai di pedalaman.

Pihaknya disebutnya menargetkan bisa menyentuh 100 orang dai. Rencananya, masing-masing dai ini akan diberikan uang saku Rp satu juta.

“Fungsi mereka sangat vital. Mereka bekerja maksimal di daerah. Akomodasi logistik mereka terbatas. Tapi interaksi dengan masyarakat, mereka luar biasa. Jadi mereka (dai di pedalaman) ini seharusnya dibantu lebih,” nilainya.

Namun, pada Ramadan kali ini, program tersebut menurutnya belum tercapai sepenuhnya sesuai target yang telah ditetapkan. Pencapaiannya disebutnya hanya sekitar 10 persen saja.

“Karena memang persiapan kami sangat mepet. Jadi kurang optimal,” kilahnya.

Penulis: Ishak
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved