Obama, Pemakai Setia BlackBerry Juga Tinggalkan Smartphone Itu

Akan tetapi, jika pegawai tetap ingin bertahan menggunakan BlackBerry, perangkat tersebut masih akan diurusi.

Obama, Pemakai Setia BlackBerry Juga Tinggalkan Smartphone Itu
mrtechnologynerd.com
Ilustrasi sistem operasi BlackBerry 10 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Peran perangkat BlackBerry di pemerintahan Amerika Serikat (AS) semakin berkurang, bahkan mendekati akhir.

Senat AS baru-baru ini mengumumkan bahwa para pegawai di bagian tersebut untuk ke depannya sudah tidak bisa lagi meminta perangkat BlackBerry 10 untuk keperluan pekerjaan.

Menurut pengumuman tersebut, penghentian permintaan perangkat tersebut ditujukan bagi semua karyawan, termasuk sistem administrasi, manager administrasi, dan bagian lainnya.

Apa alasannya? Sebagaimana KompasTekno rangkum dari Slashgear, Minggu (3/7/2016), pengumuman tersebut dilansir setelah adanya informasi dari BlackBerry kepada operator Verizon dan AT&T bahwa perusahaan asal Kanada itu akan menghentikan pengiriman perangkat berbasis OS tersebut.

Untuk saat ini, para pegawai masih bisa meminta perangkat berbasis BlackBerry 10, seperti Z30, Classic, Passport, Z10, dan Q10. Hanya saja, stok perangkat tersebut benar-benar terbatas, sekitar 610 unit saja.

Setelah persediaan tersebut habis, pegawai sudah tidak diizinkan untuk meminta perangkat berbasis BlackBerry 10 lagi. Sebagai gantinya, pegawai bisa memilih perangkat antara Galaxy S6 atau iPhone SE 16 GB.

Pegawai yang saat ini menggunakan BlackBerry pun boleh meminta pergantian perangkat ke salah satu dari dua pilihan tersebut.

Akan tetapi, jika pegawai tetap ingin bertahan menggunakan BlackBerry, perangkat tersebut masih akan diurusi. Artinya, jika ada kerusakan, perangkat masih bisa direparasi.

Dukungan terhadap BlackBerry pengguna baru akan dihentikan kala sudah tidak ada lagi pegawai yang menggunakan perangkat tersebut.

BlackBerry sendiri sebenarnya memiliki reputasi keamanan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, produk bikinan perusahaan asal Kanada tersebut banyak digunakan di level enterprise, termasuk pemerintahan.

Namun, dengan berjalannya waktu, dua sistem mobile terpopuler saat ini, iOS dan Android, berhasil mengejar tingkat keamanan yang ditawarkan oleh BlackBerry. Pihak pemerintah beberapa negara pun melunak dengan membiarkan pegawainya menggunakan dua perangkat tersebut.

Salah satu pengguna setia BlackBerry, Presiden AS Barack Obama pun dikatakan sudah meninggalkan BlackBerry dan menggantinya dengan ponsel buatan Samsung. (Deliusno)

Editor: Steven Greatness
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved