Ramadan 1437 H

Diperkuat Banyak Sumber, Dosen MIPA Untan Ini Perkirakan Malam Lailatul Qadar Turun Malam ini

“Dari beberapa ciri-ciri yang Rasul sebutkan bisa kita compare datanya,” ujarnya, saat dijumpai di Majsid Raya Mujahidin, Jumat (01/07/2016) petang.

Diperkuat Banyak Sumber, Dosen MIPA Untan Ini Perkirakan Malam Lailatul Qadar Turun Malam ini
TRIBUNFILE/IST
Dosen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Tanjung Pura, Pontianak, Joko Sampurno, S.Si, M.Si, memperkirakan, malam Lailatul Qadr, jatuh pada malam ini, Jumat (01/07/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Malam Lailatul Qadar, jadi malam yang ditunggu-tunggu umat Islam. Bagaimana tidak, pada malam ini, amal ibadah yang dilakukan, diyakini diganjar pahala bernilai lebih dari seribu bulan oleh Allah SWT.

Namun tidak ada keterangan pasti kapan tepatnya malam ini Allah SWT turunkan. Hanya saja, Rasulullah SAW, sebagai utusan Allah SWT, memberikan gambaran terkait bagaimana ciri-ciri malam yang penuh kemuliaan itu. Ciri-ciri ini, dijelaskan Rasulullah SAW dalam banyak hadist-hadistnya.

Berdasar keterangan yang ada pada hadist-hadist inilah, Dosen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Tanjung Pura, Pontianak, Joko Sampurno memperkirakan, malam Lailatul Qadar, jatuh pada malam ini, Jumat (01/07/2016).

“Dari beberapa ciri-ciri yang Rasul sebutkan bisa kita compare datanya,” ujarnya, saat dijumpai di Majsid Raya Mujahidin, Jumat (01/07/2016) petang.

Iapun menyebut beberapa hadist yang menjadi rujukannya.

Beberapa hadist yang dimaksudnya tersebut, menurutnya diantaranya adalah hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, yang berbunyi: ليلة القدر ليلة طلقة لا حارة ولا باردة ، تصبح الشمس يومها حمراء ضعيفة

“Hadist ini memiliki makna, malam alqodar adalah malam yang tenang, tidak panas dan juga tidak dingin (suhu sedang), pagi harinya matahari bersinar kemerahan" jelasnya.

Ia juga mengutip hadist lain, yang mana hadist itu adalah hadisy dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, yang menyatakan bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim)

Selain itu, suasana di malam Lailatul Qadr jiga mempunyai ciri udara dan suasana pagi yang tenang. Hal ini menurutnya berdasar pasa hadist dari Ibnu Abbas radliyallahu’anhu, yang berkata berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)

Adapun ciri lainnya, yakni malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan). Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam: “Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

“Dengan melihat tren tersebut kita bisa membuat prediksi kapan saat yang paling mendekati kriteria lailatul qadar menurut Rasul SAW. Berdasarkan data aktivitas matahari yang dipublish oleh NOAA, bersesuaian dengan beberapa hadist yg membicarakan tentang ciri malam alqodr maka dapat diprediksi bahwa malam ini adalah malam alqodr" tegasnya.

Ia lalu menunjukkan beberapa sumber yang memperkuat prediksinya itu. Diantaranya dari data satelit NOOA yang diaksesnya via web di alamat http://www.n3kl.org/sun/noaa.html.

Penulis: Ishak
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved