Ramadan 1437 H

Puluhan Mualaf Ikuti Pesantren Ramadan

Ada juga pemberian paket Ramadan TIH Mujahidin, dan juga tausiah agama bersama imam tetap masjid Mujahidin

Penulis: Ali Anshori | Editor: Arief
Puluhan Mualaf Ikuti Pesantren Ramadan - pesantren-mualaf-1_20160626_171808.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALI ANSHORI
Mualaf menerima bingkisan dari lembaga Tabungan Infaq Harian Mujahidin pada kegiatan Pesantren Mualaf Ramadan di menara Masjid Mujahidin Pontianak, Minggu (26/6/2016).
Puluhan Mualaf Ikuti Pesantren Ramadan - pesantren-mualaf-2_20160626_171912.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALI ANSHORI
Mualaf menerima bingkisan dari lembaga Tabungan Infaq Harian Mujahidin pada kegiatan Pesantren Mualaf Ramadan di menara Masjid Mujahidin Pontianak, Minggu (26/6/2016).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Puluhan mualaf Kota Pontianak tampak antusias mengikuti Pesantren Mualaf Ramadan yang diadakan oleh lembaga Tabung Infaq Harian (TIH) Mujahidin Pontianak, pada Minggu (26/6/2016).

Ketua TIH Melni Handoyo mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan kali ini diharapkan bisa ditindaklanjuti. Dia ingin ke depannya bisa dibentuk pengajian khusus untuk para mualaf yang ada di kota Pontianak.

“Jadi pesantren kilat ini sifatnya hanya sementara saja, harapan kita ke depan ada tindak lanjut, kita bisa memberikan pembinaan kepada bapak ibu, jadi bisa berjalan berkesinambungan,” katanya.

Dia menambahkan, TIH adalah lembaga yang mengumpulkan dana dari masyarakat ataupun sumbangan dari donatur tetap, dana tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan umat, baik sumbangan pendidikan, ataupun sumbangan dalam bentuk lainnya.

Sementara itu ketua panitia Sarwono mengatakan, selain mengadakan pesantren kilat, pihaknya juga mengadakan bakti sosial berupa bantuan material untuk surau Baitul Muslimin di desa Sido Mulyo kecamatan Sungai Raya.

“Ada juga pemberian paket Ramadan TIH Mujahidin, dan juga tausiah agama bersama imam tetap masjid Mujahidin,” katanya.

Sekretaris Eksekutif Yayasan Mujahidin Pontianak, Joni, mengatakan Yayasan Mujahidin Pontianak merupakan yayasan yang tidak menginduk di pusat karena hanya berdiri di Kalbar.

Dia mengatakan, di bawah Yayasan Mujahidin Pontianak, ada 10 lembaga yang ada di bawahnya. Satu di antararanya adalah lembaga Keutaman yang bergerak di bidang sosial.

Lembaga ini bertugas megumpulkan dana dari masyarakat kemudian menyalurkannya kepada yang lebih membutuhkan.

“Ada juga bantuan untuk fardu kifayah, misalnya ada saudara kita yang sedang kesulitan dalam fardu kifayah silahkan hubungi kami, Insya Allah akan kami bantu,” jelasnya.

Sedangkan kepada mualaf, Joni berpesan agar memperhatikan masalah administrasi, khususnya identitas. Diharapkan kepada saudara yang sudah memeluk agama Islam di kartu identitasnya juga diubah.

“Sebab ada kasus. Saudara kita yang sudah memeluk Islam namun identitasnya masih agama lama, kemudian dia meninggal. Nah ini juga kan memerlukan penanganan dari kita,” jelasnya.

Sementara itu, ustaz Nasution dalam tausiahnya mengharapkan kepada saudara yang mualaf bisa menjalankan perintah agama dengan sebaik-baiknya.

Terutama bisa menjalankan salat secara kontinu, karena amal perbuatan seseorang ketika dia memeluk islam, yang paling utama adalah melaksanakan salat.

“Kalau biasanya masih belang atau masih ada yang meninggalkan salat, diharapkan setelah ini rajin salatnya, sebab dengan salat rajin kita akan menjadi tenang, segala beban yang ada akan hilang karena kita rajin melaksanakan salat,” ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved