Mandor Rumah Duka Heaven Diburu Polisi

Saat bangunan roboh pada Sabtu (16/6/2016), dua orang pekerja tertimbun reruntuhan.

Editor: Steven Greatness
Nibras Nada Nailufar
Rumah duka Heaven di Penjaringan, Jakarta Utara roboh saat sedang direnovasi, Sabtu (18/6/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Pihak kepolisian Penjaringan masih mencari mandor proyek renovasi Rumah Duka Heaven di Jalan Gedong Panjang, Penjaringan, Kecamatan Jakarta Utara.

Rumah duka itu roboh dan menimpa sejumlah pekerja hingga memakan korban jiwa pada Sabtu (18/6/2016) siang.

Kapolsek Penjaringan Kompol Bismo Teguh menjelaskan, hingga saat ini, pihaknya masih terus memburu mandor yang dianggap lalai sehingga dua nyawa pekerjanya hilang.

"Kami masih sedang melakukan penyidikan," ujar Bismo saat dihubungi, Jumat (24/6/2016).

Menurut Bismo, pihak kepolisian masih menelusuri jejak sang mandor. Begitu juga dengan dugaan adanya pihak-pihak lain yang terlibat dalam kelalaian tersebut.

Mereka juga sedang menunggu hasil dari laboratorium forensik.

Saat bangunan roboh pada Sabtu (16/6/2016), dua orang pekerja tertimbun reruntuhan. Proses evakuasi berjam-jam dilakukan Basarnas.

Seorang pekerja bernama Nana meninggal di lokasi kejadian, sedangkan pekerja lainnya, Deden, berhasil dievakuasi. Namun, tak berapa lama, Deden pun meninggal karena luka yang dideritanya.

Polisi menduga ada kelalaian dari proyek renovasi tersebut. Pihak kepolisian saat ini tengah memeriksa saksi dan memburu mandor yang buron. (David Oliver Purba)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved