Breaking News:

Presiden Rusia Sebut Inggris Kelewat Percaya Diri

Putin dengan tegas mengatakan, Rusia tak pernah campur tangan dalam gejolak itu, dan tak pernah mengungkapkan opini apa pun terkait isu ini.

Editor: Arief
IST
Vladimir Putin 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MOSKWA - Presiden Rusia Vladimir Putin menilai Pemerintah Inggris kelewat percaya diri (overconfident) dan bahkan dangkal dalam referendum, untuk kemudian menyangkal untuk mengambil posisi dalam "Brexit".

"Referendum tak lebih dari sebuah pilihan yang kelawat percaya diri dengan pendekatan yang dangkal padahal terkait keputusan yang sangat menentukan bagi negara itu, juga Eropa secara keseluruhan. Ini bagian dari persoalan kepemimpinan di Inggris," ungkap Putin.

Pernyataan itu disampaikan Putin dalam siaran televisi yang dipancarluaskan oleh jaringan televisi nasional Rusia, Jumat (24/6/2016), seperti dikutip Kantor Berita AFP.

"Akibatnya, keputusan ini meninggalkan konsekuensi bagi Inggris Raya, bagi Eropa dan tentu bagi kami juga," tegas Putin. 

Sejumlah pengamat mengatakan, keluarnya Inggris dari Uni Eropa tak lepas dari campur tangan Putin yang dituduh memainkan perannya di antara negara-negara Uni Eropa

Namun, Putin dengan tegas mengatakan, Rusia tak pernah campur tangan dalam gejolak itu, dan tak pernah mengungkapkan opini apa pun terkait isu ini.

Dia pun meminta agar tuduhan yang mengaitkan Moskwa dengan proses referendum di Inggris untuk keluar dari Uni Eropa, dicabut. 

"Tentu kami mengikuti dari dekat perkembangan yang terjadi di sana, namun kami sama sekali tidak campur tangan dengan segala proses yang ada, bahkan mencoba pun tidak," kilah Putin.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved