Bayi Orangutan Diselamatkan di Sandai

Penyelamatan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah I (BKSDA SKW I) Ketapang.

Penulis: Subandi | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Petugas YIARI merawat Orangutan bernama Didik yang dievakuasi dari warga di Kecamatan Sandai, Rabu (15/6) lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) menyelamatan orang utan di Desa Sandai Kiri Kecamatan Sandai, Ketapang, Rabu (15/6/2016).

Penyelamatan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah I (BKSDA SKW I) Ketapang.

“Penyelamatan berawal dari laporan Pendeta Olke bahwa ada bayi orangutan yang perlu diselamatkan di Sandai,” kata Manager operasional YIARI Ketapang, drh Adi Irawan melalui rilisnya kepada Tribun di Ketapang, Jumat (17/6/2016).

Ia berterimakasih kepada masyarakat yang berperan pada penyelamatan orangutan ini. Di antaranya pada Pendeta, pemilik orangutan dan lainnya. Menurutnya Pendeta Olke juga pernah membantu pihaknya menyelematkan orangutan pada 2010 silam.

“Saat ini orangutan yang diberi nama Didik sudah kita bawa ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI. Didik akan menjelani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut untuk untukmenyembuhkan traumanya,” ungkapnya.

Pemilik orangutan, Cuan menceritakan orangutan ini tiba-tiba diserahkan orang tak dikenal kepada dirinya. Saat itu ia sedang mengurus orang kecelakaan di warungnya Sandai Kiri dan tiba-tiba orangutan itu diserahkan kepadanya.

“Saya tidak tahu orang itu siapa dan dari mana. Setelah orang itu menyerahkan orangutan kepada saya ia langsung pergi,” katanya.

Lantaran kasihan orangutan itu dipelihara dan dirawatnya serta diberi nama Didik. Ia juga sambil mencari di mana dan kepada siapa yang berhak untuk menyerahkan orangutan itu.

“Sudah tiga malam di tempat saya diberi minum susu formula,” ucapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved