Permainan Layangan Telan Korban

Fikri Tewas karena Pegang Tali Kawat yang Sangkut di Kabel Listrik

Saat benang layangan ini tersangkut ke kabel listrik, korban langsung memegang tali kawat tersebut sehingga menyebabkan korban kejang-kejang

Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Suasana rumah duka di Gang Lanjut nomor 25, Jl Merdeka, Pontianak Kota, Selasa (14/6/2016) malam. Fikri As Saiydah (12) tewas kesetrum listrik setelah memegang tali layang-layang yang dikejarnya di Gang Belibis. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kapolsek Pontianak Kota Kompol Alber Manurung, menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat memegang benang layangan yang sangkut di kabel listrik.

Alber menceritakan kronologi saat itu korban bernama Fikri As Saiydah (12) yang tinggal di Gang Lanjut, Jl Merdeka itu mengejar layangan yang putus. Korban tidak tahu, jika benang layangan tersebut adalah kabel atau kawat.

"Saat benang layangan ini tersangkut ke kabel listrik, korban langsung memegang tali kawat tersebut sehingga menyebabkan korban kejang-kejang," katanya saat dikonfirmasi pada Rabu, (15/6/2016).

Ia mengatakan, saat peristiwa itu terjadi, sempat ada seorang warga yang coba berusaha menolong dan menyelamatkan korban dengan cara memotong tali kawat tersebut dengan tang.

"Dari keterangan saksi di lokasi kejadian, bahwa abang korban yang datang sempat memberi napas buatan dan melarikan korban ke rumah sakit namun nyawa yang bersangkutan tidak dapat
diselamatkan," ucapnya.

Alber menuturkan dengan tewasnya bocah malang tersebut menambah daftar panjang warga yang menjadi korban dari permainan layangan. Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi di Pontianak Timur.

Sementara Forum Relawan Kemanusian Pontianak (FRKP), Stepanus Paiman, mengaku miris kembali adanya korban meninggal dunia akibat penggunaan kawatsebagai benang.

"Sudah terlalu banyak masyarakat menjadi korban, pengguna motor sampai meninggal, listrik padam, tapi pemain layangan hanya senyum-senyum seolah tak merasa berdosa," kata, Stepanus.

Stepanus mengatakan sudah seharusnya pemerintah tidak tinggal diam dan jangan terkesan tidak mampu mencari solusi atau mengambil tindakan tegas terhadap pemain layangan yang meresahkan.

"Pemerintah harus mengambil tindakan tegas, mulai dengan merutinkan razia pemain layangan, menangkap dan memberi sanksi bagi pemain, dan jangan hanya razia di saat ada korban," kritiknya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved