Warga Antusias Beli Gula Pasir Murah

Kita membawa gula sekitar satu ton lebih dengan kemasan satu kilogram pe rbungkus.

Penulis: Madrosid | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MADROSID
Masyarakat mengerumuni truk operasi pasar gula, di Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Selasa (14/5/2016). Gula dalam operasi pasar gula hanya Rp 12 ribu per kilogram, lebih murah dari harga pasaran Rp 16 ribu per kilogram. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Masyarakat tampak sangat antusias menyambut program operasi pasar khusus gula pasir dari pemerintah pusat di Jalan Adisucipto, Selasa (14/6/2016). Operasi pasar itu digelar pada titik keramaian menggunakan truk yang berisi gula dengan melayani pembeli.

Dalam operasi pasar ini harga gula pasir per kilogramnya hanya dijual Rp 12 ribu atau selisi sekitar Rp 4 ribu dari harga di pasaran. Maka masyarakat pun langsung menyerbu truk yang melayani penjualan gula pasir tersebut.

"Kita memang dari program pemerintah pusat untuk membantu masyarakat. Terutama dalam momen ramadan dan menyambut idul fitri. Dimana harga gula semakin naik," ujar Petugas Operasi Pasar Gula, Audio.

Ia menuturkan kegiatan operasi pasar gula ini telah dilaksanakannya sebelum ramadan dan akan berakhir sekitar H-10 Idul Fitri. Lokasinya juga akan melihat tempat-tempat ramai. Sehingga setiap harinya akan berpindah-pindah.

"Kita membawa gula sekitar satu ton lebih dengan kemasan satu kilogram pe rbungkus. Setiap pembeli dibatasi satu orang hanya boleh membeli sebanyak 2 kilogram saja. Hal ini supaya bisa merata mendapatkan gula ini," ungkapnya.

Sementara itu seorang pembeli, Mila warga Desa Teluk Kapuas mengatakan senang sekali bisa ketemu dengan operasi pasar gula tersebut. Gula di pasaran sangat mahal. Selisih jauh dari penjualan dari operasi pasar gula.

"Kalau bisa ini ada setiap hari dan tidak dibatasi. Masyarakat sangat senang jika ada seperti ini. Dipasaran gula semakin mahal. Sekarang perkilonya sudah Rp 16 ribu," ujarnya.

Mila mengatakan gula pasir menjadi kebutuhan sehari-hari dirumahnya. Makanya sangat dibutuhkan dan akan sangat menyusahkan kalau harganya terus naik.

"Susah kalau sudah naik terus kita harus mengelurkan uang semakin besar. Padahal penghasilan kita pas-pasan," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved