Kenali Disleksia pada Anak! Ini 10 Cirinya

Disleksia dibedakan menjadi dua, yaitu developmental dan acquired. Pada disleksia developmental, 70 persennya disebabkan keturunan.

Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUN FILE/IST
Ilustrasi Disleksia 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Disleksia adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan dalam mengenali kata dan simbol.

Penyandang disleksia tidak hanya mengalami kesulitan dalam membaca, tapi juga dalam hal mengeja, menulis, dan beberapa aspek bahasa yang lain.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Disleksia Indonesia, Kristiantini Dewi, penyebab disleksia adalah gangguan pada otak kiri, yang biasanya digunakan untuk membaca.

Disleksia dibedakan menjadi dua, yaitu developmental dan acquired. Pada disleksia developmental, 70 persennya disebabkan keturunan.

"Juga disebabkan oleh kondisi saraf (neurologis) dan disandang seumur hidup," kata Kristiantini dalam seminar di Jakarta.

Acquired dyslexia yang didapat karena gangguan perubahan cara otak kiri membaca. Penderita biasanya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan otak kiri.

Penyandang disleksia umumnya mengalami masalah dalam membaca, mengeja, dan menulis. Masalah lain yang menguntit pengidap disleksia adalah susah konsentrasi, daya ingat yang pendek, kesulitan mengurutkan huruf A-Z dan mengorganisasi, serta cenderung tak teratur.

"Jangan labeli mereka sebagai anak bodoh," kata dia. Pasalnya, jika diberi label sebagai anak bodoh, mereka tak bisa tampil sesuai dengan IQ-nya dan sia-sia. Jika diketahui IQ-nya, akan diketahui apakah seseorang memang mengidap disleksia atau mengalami kesulitan belajar.

Beberapa tanda awal disleksia:

  1. Sulit belajar bicara atau mengucapkan kata-kata panjang.
  2. Sulit dalam mengenali irama.
  3. Sulit mengenal alfabet, nama hari dalam seminggu, angka, warna, dan bentuk.
  4. Sulit mengenali suara dan nama, terutama huruf.
  5. Sulit menulis atau membaca namanya sendiri.
  6. Sulit mengikuti beberapa jenis suara.
  7. Saat membaca atau mengeja, ada huruf yang terlupa.
  8. Sulit menulis dengan tangan.
  9. Kurang baiknya kemampuan motorik.
  10. Sulit membedakan kanan kiri.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved