Anggota Reserse Tewas Usai Santap Mi Instan

Mendengar Adam memanggil, beberapa anggota datang. Bahkan, anggota yang datang membantu mengoleskan minyak angin ke punggungnya.

Anggota Reserse Tewas Usai Santap Mi Instan
net
Ilustrasi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat, Brigadir Kepala Adam Kurnia, tewas tak lama usai menyantap mi instan.

Adam tewas tak lama usai menyantap mi saat tengah piket malam di Kantor Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2016) dini hari.

Kejadian bermula saat Adam tengah menyelesaikan beberapa berkas perkara yang sedang ia kerjakan. Sambil mengetik berkas, ia juga menyantap mi instan lantaran lapar.

Baca: Soal Insiden Sejumlah Kafilah Diduga Keracunan, Diskes Kubu Raya Beberkan Fakta Kebenarannya

"Karena capek, Adam istirahat di ruang unit 2. Tiba-tiba dia memanggil temanya Brigadir Verdy karena mengeluh sakit di dada," ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polres Metro Jakarta Pusat), Komisaris Polisi Suyatno di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2016).

Mendengar Adam memanggil, beberapa anggota datang. Bahkan, anggota yang datang membantu mengoleskan minyak angin ke punggungnya.

Tapi, bukannya baik, Adam terus saja mengeluh sesak napas disertai batuk berdarah. Bahkan, Adam meminta untuk segera dibawa ke Bidang Dokter Kesahatan (Bidokkes) yang ada di Polres Metro Jakarta Pusat untuk diberi pengobatan.

Karena sudah tidak kuat berjalan, Adam lantas dibawa ke Bidokkes dengan cara didorong kursi kerjanya. Setelah sampai di dekat ruangan, oksigen bantuan langsung digunakan untuk menolongnya.

"Namun situasi bertambah kritis, hingga ia tak sadarkan diri. Hingga akhirnya, kami memutuskan untuk membawanya ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Namun, pada pukul 02.30, Adam sudah dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

Baca: Insiden Diduga Keracunan Jadi Pembelajaran Semua Pihak

Saat meninggal dunia, kondisi Adam juga terlihat memprihatinkan. Tubuhnya kaku dan busa keluar dari mulutnya. Anggota keluarga Adam, dikatakan juga menolak untuk diselidiki. Mereka pasrah akan kepergian Adam.

"Kami masih mencari tau penyebab kematian korban. Dugaan sementara karena sakit. Dari keterangan sejumlah rekannya, ia sering mengeluh badannya sakit. Bisa saja karena masuk angin atau kelelahan bekerja," ujar dia.

Kini, jasad Adam sudah diserahkan ke keluarga. Diketahui, jasad Adam akan disemayamkan di kediamannya di Asrama Brimob Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved