Selama di Pesantren Kilat, Sembilan Anak 'Ngelem' Tak Diperbolehkan Bertemu Orangtuanya

Jawani mengatakan, anak-anak ini memerlukan pembinaan intensif guna tidak lagi mengulangi perbuatan negatif mereka tersebut.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kepala Kantor Kementerian Agama Singkawang, H Jawani membenarkan pihaknya terlibat di dalam program pembinaan terhadap sembilan anak yang terjaring oleh Polsek Singkawang Barat.

Kata dia pihaknya siap memberikan pembinaan kepada sembilan anak "ngelem" tersebut. "Tahap awal, kita bina selama 10 hari ke depan, yang dimulai pada hari Jumat esok," katanya, Rabu (8/6/2016/2016)

Jawani mengatakan, anak-anak ini memerlukan pembinaan intensif guna tidak lagi mengulangi perbuatan negatif mereka tersebut.

"Artinya semua instansi terkait perlu kita libatkan. Kita berikan pembinaan bukan hanya ceramah, tapi pesantren kilat selama 10 hari," ujarnya.

Selama 10 hari itu pula, anak-anak ini tidak diperkenankan untuk bertemu orangtuanya. Mereka fokus dalam pembinaan rohani yang difasilitasi oleh Kemenag.

Haris Wandi, orang yang dipercaya untuk memberikan pembinaan, menyatakan siap membina sembilan anak ngelem tersebut.

"Kita bina mereka selama 10 hari. Insya Allah bisa mengubah mereka dari kebiasaan ngelem dan mencuri," katanya.

BACA JUGA: Tertangkap 'Ngelem', Sembilan Anak Diikutkan Pesantren Kilat

Penulis: Novi Saputra
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved