Kejadian Mengagumkan ketika Muhammad Ali Temui Tiga Model Seksi di Kamar

Dia menjelaskan, bagaimana tiga wanita cantik dari Inggris itu secara khusus mengundang Ali ke kamar mereka.

Editor: Arief
Indy 100
Petinju legendaris Muhammad Ali 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -- Muhammad Ali, yang meninggal dunia pada 3 Juni 2016 di usia 74, telah mengalahkan Joe Frazierdalam laga epic di Filipina tanggal 1 Oktober 1975.

Sangat banyak hal bisa diceritakan dengan Ali menganvaskan Frazier, yang menjadi kebisingan politik, ketidakadilan sosial, di mana duo petinju hebat itu menjadi pusat perhatian dunia.

Komentator sports, Ronnie Nathanielsz, yang kemudian ditindak oleh diktator Ferdinand Marcos, yang kejam terhadap jurnalis, menyebutkan, kisah di mana ada tiga model seksi asal Inggris, yang khusus mengundang Ali.

Nathanielsz mengajukan pertanyaan serius kepada petinju berjuluk The Greatest of All Time, orang yang terbesar sepanjang masa, seorang pria yang berjuang dan bertarung untuk menjadi juara dan agamanya, Ali masuk Islam di tahun 1964.

Anekdot dari Nathanielsz muncul di Manila. 

Dia menjelaskan, bagaimana tiga wanita cantik dari Inggris itu secara khusus mengundang Ali ke kamar mereka.

Ali dan Nathanielsz bukannya menolak, tapi menerima undangan khusus itu.

Apa yang dilakukan Ali akan membuat takjub, khususnya untuk mereka yang memeluk agama Islam.

"Muhammad Ali memenuhi undangan itu dan secara hangat berbicara dengan ketiga pengagumnya, yang kemudian menjadi teman barunya," kata Nathanielsz, yang dikutip Indy 100, Selasa (7/6/2016), yang dikutip Warta Kota.

Mereka, kata Nathanielsz, sangat tertarik dengan dakwah agama Islam, yang dilakukan Ali, yang berlangsung sampai pukul 03.00 dini hari, karena sangat mengasyikan mendengar Ali berbicara soal agama Islam yang dianutnya.

Muhammad Ali memang dikenal sering memanfaatkan sejumlah kesempatan, termasuk saat dia diwawancarai televisi untuk bicara tentang agama Islam yang dianutnya.

Namun, hingga akhir hayatnya, ada sebuah penyesalan yang belum bisa diwujudkan oleh Muhammad Ali, bertemu dengan Malcolm X, sang mentor, yang sempat berselisih dengan Ali.

Sebenarnya, Muhammad Ali ingin bertemu dengan Malcolm X untuk minta maaf, tapi dia keburu ditembak mati oleh pembunuh keji, sehingga rencana itu hanya tinggal rencana dan terus disesali Muhammad Ali karena gagal bertemu dengan Malcom X.

Hubungan antara Muhammad Ali dan Malcolm X memang sangat dekat, sehingga dia sangat menyesal tidak bisa minta maaf, hingga akhirnya berpulang akibat ditembak mati seperti juga dialami oleh Presiden Kennedy dan penyanyi legendaris John Lennon.

Penulis: Gede Moenanto Soekowati

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved