Pagar Bandara Supadio akan Dijebol

Masyarakat Desa Limbung melaksanakan pertemuan dengan pihak PT. Angkasa Pura II dengan agenda pencapaian kesepakatan.

Pagar Bandara Supadio akan Dijebol
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MADROSID
MEDIASI - Perwakilan masyarakat menjelaskan melalui sketsa denah permasalahan banjir diakibatkan sistem tembok dari pihak Angkasa Pura II Bandara Internasional Supadio, di Kantor Desa Limbung, Senin (6/6). Masyarakat minta solusi dituangkan dalam bukti tertulis. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Masyarakat Desa Limbung melaksanakan pertemuan dengan pihak PT. Angkasa Pura II dengan agenda pencapaian kesepakatan dari persoalan banjir yang melanda masyarakat, di Kantor Desa Limbung, Senin (6/6/2016). Pertemuan di warnai permintaan masyarakata agar pihak Bandara Supadio Pontianak melakukan solusi kongkrit.

Sejumlah point kesepakatan akhirnya tercapai, setelah melalui perdebatan panjang dalam pertemuan. Diantara dari kesepakatan yang sudah dicapai, yakni pembuatan celah pada pagar tembok dibagian bawah dengan cara dijebol supaya air bisa mengalir. Serta pembersihan parit secara keseluruhan dan akan melibatkan warga sekitar.

Dalam pertemuan oleh pihak PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Supadio, Camat Sungai Raya Suheri, Anggota DPRD Kubu Raya Iqbal Asrarudin, Perwakilan Polsek Sungai Raya, tokoh masyarakat.

Semua berjalan sportif meski dari masyarakat sedikit ada ketegangan dari masyarakat saat seluruh permintaan tidak terpenuhi sepenuhnya.

Perwakilan masyarakat Desa Limbung, Rebbo menyampaikan sejumlah permintaan dalam pertemuan untuk disepakati oleh pihak Angkasa Pura II, melalui hitam diatas putih.

Dilengkapi dengan semacam sektsa denah saluran dan pagar areal bandara.

Ia menjelaskan dengan detail berikut alasannya permintaan mengatas namakan masyarakat.

“Menurut kami pembangunan pagar itu harus dilakukan di bagian dalam parit karena kalau dibagian luar seperti sekarang ini, hanya untuk keamanan pribadi bandara saja. Sementara masyarakat yang menjadi korban. Pagar yang sampai ke tanah itu menyumbat saluran air,” ucapnya kepada pihak bandara.

Ia meminta agar pelatakan pagar itu bisa dirubah tidak seperti saat ini. Sebab pembangunan sekarang, pagar itu sampai menutup semuanya saluran air bahkan yang didalam parit.

Untuk lainnya, masalah akses jalan masyarakat petani bisa disedikan sebab masyarakat dari dua lokasi harus berputar untuk menuju lokasi sawahnya.

Namun terpenting pengentasan masalah banjir. Selain perubahan letak pagar juga masalah pemberishan parit, diminta pelaksanaan manual 4 bulan sekali.

Serta melibatkan masyarakat setempat sebagai bentuk pengawasan. Dari pelaksanan normalisasi pihak bandara.

Penulis: Madrosid
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved