Lima Peluru Bersarang di Tubuh Bayi Mema Berusia Tiga Tahun ini

Saat diserahkan, terdapat lima luka bekas tembakan senapan angin yang pelurunya diduga masih bersarang di tubuh Mema

Lima Peluru Bersarang di Tubuh Bayi Mema Berusia Tiga Tahun ini
Banjarmasin Post/Fathurahman
Bayi orangutan yang diselamatkan yayasan BOS Nyarumenteng. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PALANGKARAYA - Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation Palangkaraya, Kalimantan Tengah, kembali menyelamatkan seekor bayi orangutan berumur sekitar tiga tahun.

Orangutan yang diberi nama Mema oleh warga ditemukan di Desa Bereng Berambang Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulangpisau, Kalimantan Tengah.

Saat diserahkan, terdapat lima luka bekas tembakan senapan angin yang pelurunya diduga masih bersarang di tubuh Mema yakni di sekitar di lengan dan punggung.

Saat ini orangutan tersebut sedang menjalani pengobatan dan rehabilitasi di pusat rehabilitasi Nyarumenteng.

Humas Yayasan BOS Foundation, Moterado Friedman atau yang lebih dikenal dengan Agung, mengatakan, pihaknya menerima bayi orangutan tersebut dari warga Bereng Berambang dan selama dua minggu dipelihara oleh kepala desa setempat, sembari mencari informasi tempat rehabilitasi orangutan
Agung mengatakan, orangutan yang diserahkan oleh warga tersebut hanya satu ekor. Sedangkan orangtua orangutan tersebut belum jelas keberadaannya

"Ini, yang menjadi tanda tanya kami, karena seperti kebiasanya bayi orangutan berumur di bawah tiga tahun, tidak pernah lepas dari ibunya. Namunt pengakuan warga, mereka mendapatkannya di hutan dalam keadaan tidak ada induknya," kata Agung.

Lokasi ditemukannya orangutan tersebut, adalah hutan yang merupakan bekas kebakaran lahan sehingga menghanguskan tempat tinggal satwa yang dilindungi tersebut.

"Pengakuan warga di Pulangpisau, mereka menemukan orangutan tersebut dalam keadaan sendirian di dalam hutan. Oleh para pencari kayu dibawa ke rumah mereka dan diserahkan kepada kepala desa," ujarnya.

Menurut Agung, kondisi bayi orangutan tersebut masih dalam keadaan sehat, namun pihaknya, tetap akan mengecek luka di tubuh anak orangutan tersebut menggunakan X-Ray untuk memastikan pakah di dalam tubuhnya terdapat peluru.

"Lukanya sudah diperiksa oleh dokter hewan. Dokter menemukan lima bekas luka di tubuhnya rata-rata ada tonjolan, sehingga diduga ada peluru yang bersarang," katanya.

Yayasan Borneo Orangutan Survival, hingga saat ini sudah menyelamatkan, sebanyak, 18 ekor bayi orangutan dan sebanyak 79 orangutan liar yang terusir dari tempat tinggalnya, akibat perambahan hutan maupun akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Tapi semuanya sudah pulih dan sudah dilepasliarkan pada tempat-tempat yang aman dari gangguan," katanya.

Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved