Jelang Ramadan, Harga Harga Daging Sapi di Sekadau Normal

Kenaikan hara daging sapi biasanya terjadi pada H-1 satu perayaan hari-hari besar keagamaan.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Arief
Jelang Ramadan, Harga Harga Daging Sapi di Sekadau Normal - daging-sapi-sekadau-1_20160603_191407.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Een, satu di antara pedagang daging sapi sedang menjajakan dagangannya di Pasar Sekadau, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Jumat (3/6/2016). Harga daging sapi di Sekadau berkisar Rp 140 ribu per kilogram.
Jelang Ramadan, Harga Harga Daging Sapi di Sekadau Normal - daging-sapi-sekadau-2_20160603_191652.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Een, satu di antara pedagang daging sapi sedang menjajakan dagangannya di Pasar Sekadau, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Jumat (3/6/2016). Harga daging sapi di Sekadau berkisar Rp 140 ribu per kilogram.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Harga daging sapi di Pasar Sekadau, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, saat ini masih terbilang normal.

Een, satu diantara penjual daging sapi di Pasar Sekadau, mengatakan, harga daging sapi yang ia jual Rp 140 per kilogramnya. Walaupun menjelaang Ramadan, hingga sampai saat ini belum ada kenaikan harga.

"Masih normal, kita menjualnya memang 140 ribu di sini yang lain juga menjual dengan harga yang sama," ujarnya saat ditemui Tribunpontianak.co.id pada Jumat (3/6/2016). Een juga mengatakan, kenaikan harga biasanya juga tidak terlalu tinggi.

Kenaikan hara daging sapi biasanya terjadi pada H-1 satu perayaan hari-hari besar keagamaan.

"Naiknya pun 10 ribu, itu pun naiknya nanti satu hari menjelang puasa, besoknya setelah puasa kembali normal. Tidak hanya puasa, saat lebaran, natal, tahun baru juga naik harganya. Tapi tidak lama," tambahnya lagi.

Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Distankanak) Kabupaten Sekadau, Ir Mardiani mengatakan, para peternak yang ada di Sekadau lebih memilih menjual sapinya ke luar Sekadau.

"Mereka kan pasti memilih siapa yang membeli dengan harga tinggi. Paling banya itu dari Sintang yang beli sapi dari Sekadau," ujarnya.

Oleh sebab itu, ia juga mengatakan, pedagang di Sekadau pun harus membeli dengan harga tinggi kepada peternak. Selain itu, untuk pemotongan juga lebih banya Kabupaten Sintang per harinya dibanding Sekadau.

Namun, ia juga menjamin bahwa ketersedian sapi potong untuk Kabupaten Sekadau masih aman. "Stok kita cukup, pedagang kita juga biasa hanya motong 1 ekor per hari," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved