Begini Kehidupan Miliarder Termuda Dunia! Pakai Mobil Bekas

Meski berada dalam asuhan satu keluarga paling kaya di Norwegia, dia bukanlah sembarang orang kaya.

Tayang:
Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUN FILE/IST
Alexandra dan Katharina 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Alexandra Andresen merupakan miliarder termuda di dunia. Dilansir dari BusinessInsider, Kamis (2/6/2016), Majalah Forbes mengungkapkan peringkat orang kaya di dunia untuk 2016, satu di antaranya ahli waris asal Norwegia, Alexandra Andresen yang berusia 19 tahun yang memiliki kekayaan senilai 1,2 miliar dolar AS.

Pada tahun 2007, ayahnya, Johan Andresen, menyerahkan 42 persen sahamnya di Ferd kepada Alexandra. (Baca: Daftar Lima Orang Terkaya Indonesia 2015)

Alexandra baru-baru ini juga dikukuhkan sebagai miliarder termuda di dunia karena pemerintah Norwegia menerbitkan pengembalian pajak dari orang-orang yang berusia di atas 17.

Meski berada dalam asuhan satu keluarga paling kaya di Norwegia, dia bukanlah sembarang orang kaya. Alexandra dikenal pecinta kuda, bahkan dia sudah memenangi beberapa kompetisi di Dressage.

Orangtuanya juga mengajarkan dia supaya rendah hati. Jadi meskipun dia bernilai lebih dari satu miliar dolar, dan menerima uang saku miliaran setiap tahun, dia selalu mengendarai mobil bekas. (Baca: Daftar 10 Atlet Terkaya 2015, Dua Petinju di Posisi Teratas)

Ini cerita kehidupan luar biasa dari Alexandra Andresen:

Alexandra Andresen lahir pada tahun 1997 di Oslo, Norwegia. Ayahnya adalah Johan Andresen, putra pengusaha Johan Henrik Andresen dan Marianne Ebba Therese Bielke.

Keluarga Andresen mendapatkan kekayaannya dari bisnis tembakau mereka, Tiedemanns, yang sejak 2005 dikendalikan Ferd. Ferd merupakan investor aktif di bursa saham Nordic dan memiliki investasi ekuitas swasta.

Alexandrra dibesarkan ibunya, Kristin. Dia memiliki satu kakak, Katharina, yang setahun lebih tua, yang juga membuatnya menjadi miliarder termuda kedua di dunia.

Kediaman Alexandra penuh dengan tanaman dan binatang. Bahkan pada akun Instagram-nya, Alexandra mengatakan, "Kami membawa kuda kami, Pinocchio (pinto) dan Spike (coklat), ke sebuah pulau musim panas kami. Mereka akan berjalan bebas di tempat tinggal kami."

Alexandra mulai menunggang kuda di usia muda, dan dalam beberapa tahun terakhir telah ditempa menjadi penunggang kuda profesional.

Alexandra sudah juara dressage Norwegia junior tiga kali. Di ajang ini ia menerima AEG Galla 2014 Pencapaian Terbaik of the Year Award.

Meski mewarisi kekayaan berlimpah, ayah Alexandra dan Katharina menegaskan, mereka tidak akan dipaksa membantu menjalankan perusahaan di masa depan. Johan Andresen mengatakan hal ini kepada surat kabar Norwegia Aftenposten pada tahun 2015.

Dari dua bersaudara itu, Katharina dinilai paling mungkin bekerja di Ferd karena telah menyelesaikan proses magangnya di perusahaan keluarga. Saat ini Katharina masih menimba ilmu di Amsterdam University College.

Sementara Alexandra masih belum yakin tentang masa depan. Dia mengatakan dalam sebuah wawancara di website Ferd: "Saya merasa memiliki tanggung jawab yang besar. Sementara saya ingin membantu mengembangkan Ferd dan membuatnya lebih baik," katanya.

Meskipun menyadari telah memiliki kekayaan dari usia muda, Alexandra mengatakan orangtuanya selalu mengajarkan berhemat, satu di antaranya tetap mengendarai mobil bekas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved