Bursa Asia Ditutup Menguat

Hal tersebut terimbas pada kenaikan sektor komoditas yang mampu membuat penguatan pada bursa saham di China.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Arief

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bursa Asia ditutup mayoritas cenderung menguat seiring penguatan harga minyak menuju penguatan bulanan terpanjang dalam 5 tahun terakhir.

Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri mengatakan bursa saham di China mengalami penguatan cukup besar dengan dipimpin oleh sektor keuangan dan komoditas.

Dimana sebelumnya indeks berjangka di China turun hingga 10% dalam satu menit setelah di hujani aksi short sell dan kembali dapat menghapuskan kerugiannya dimenit yang sama.

Hal tersebut terimbas pada kenaikan sektor komoditas yang mampu membuat penguatan pada bursa saham di China.

Daya beli masyarakat terukur membaik di Jepang dimana data penjualan rumah berkontraksi dengan kenaikan dilevel 9,0% dari 8,4% dengan ekspektasi turun di level 3,5%.

IHSG bergerak cenderung terkoreksi sejak awal sesi diakhir bulan Mei ditutup turun -39.16 poin sebesar -0.81% dilevel 4796.87 dengan volume yang cenderung moderate.

Seluruh sektor mengalami fase distribusi diakhir bulan kecuali sektor infrastruktur yang masih mampu bertahan pada zona positif yang dimana sebelumnya justru mengalami koreksi lebih dulu.

Aksi jual investor domestik terlihat lebih mendominasi dimana tercatat aksi beli bersih investor asing sebesar Rp 379,14 miliar sehingga dapat mendiskon total capital out flow yang pada bulan Mei 2016 hingga Rp 272,28 miliar.

Level tersebut cukup baik jika melihat total capital out flow pada periode yang sama di tahun 2015 sebesar Rp 2,67 triliun. Penguatan mayoritas investor asing membawa dampak positif pada aksi pembelian investor asing di akhir bulan meskipun adanya aksi profit taking oleh investor domestik.

Bursa Eropa dibuka terkonsolidasi negatif setelah beberapa 19 kelompok industri produsen mobil di Eropa membukukan kinerja memburuk. Investor lebih cenderung berhati-hati dan fokus pada kebijakan moneter minggu ini meskipun data tingkat inflasi keluar cukup baik dilevel -0,1% dari -0,2%.

ECB akan mengumumkan keputusan suku bunga pada kamis yang diikuti dengan konferensi pers oleh presiden Mario Draghi dalam hal antisipasi kenaikan biaya pinjaman di AS. Sentimen selanjutnya investor masih akan menunggu tingkat penghasilan dan kemampuan konsumen di AS.

Tingkat kinerja sektor manufaktur dan sektor jasa di China dan Eropa dengan ekspektasi melambat, Dari dalam negeri akan ada tingkat inflasi Indonesia dengan perkiraan dilevel 3,29% YoY dan 0,18% MoM.

Secara teknikal pergerakan IHSG membentuk pola candlestick bellow the stomach dengan false break MA50. Indikasi diperburuk dengan signal dead-cross indikator stochastic dan bearish reversal momentum dari RSI setelah pulled back pada upper bollinger bands.

"Dari sisi teknis pergerakan IHSG cenderung masuk pada pase distribusi sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak cenderung tertekan dengan range pergerakan 4785-4850,"ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved