Besok, Jokowi Letakkan Batu Pertama Ground Breaking MPP 100 Megawatt

Acaranya dijadwal, dimulai sekitar pukul 16.30 WIB. Selesainya diperkirakan pukul 17.15 petang,

Penulis: Ishak | Editor: Arief

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dijadwalkan meresmikan Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) Pemasangan Mobile Power Plant (MPP) 4x25 Megawatt (Total 100 Mw), di Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kamis (02/06/2016) sore.

“Acaranya dijadwal, dimulai sekitar pukul 16.30 WIB. Selesainya diperkirakan pukul 17.15 petang,” ujar Deputi Manager Humas dan Hukum PLN Kalbar, Dr M Doing, SH MH, saat dikonfirmasi va telepon, Rabu (01/06/2016) petang.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga direncanakan sekaligus akan meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ketapang. PLTU berdaya 2x10 Mw ini, rencananya akan diresmikan Presiden, via teleconference.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, peresmian ini, juga terkait dengan program penyediaan listrik 35.000 Mw yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Dioperasionalkannya dua pembangkit listrik baru ini, disebutnya menambah keandalan sistem khatulistiwa (Sistem Listrik yang mengaliri Kalimantan Barat).

Selain itu, ia menyebut, hal ini sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan PLN, khususnya yang ada di Kalbar. Baik dalam bentuk pelayanan pemasangan baru, ataupun untuk penambahan daya bagi konsumen.

“Ini untuk membantu sistem yang ada sekarang. Beban puncak yang ada di kami saat ini 300 Mw. Sedangkan kapasitas Daya mampu yang ada sekarang 320 Mw, berarti kan ada surplus 20 Mw sekarang. Tapi perkembangan pasang baru (pelanggan baru), pertumbuhannya sekitar 14 s/d 20 % per tahun. Jadi ini (penambahan daya MPP dan PLTU Ketapang) sekaligus menambah daya dan kehandalan sistem,” jelasnya.

Tersedianya daya yang cukup bagi masyarakat ini, diyakinina mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kalbar saat ini. Namun, ia meminta peran serta dari masyarakat, agar pelayanan yang diberikan pihaknya bisa optimlal. Masyarakat, dimintanya proaktif, untuk menginfokan kepada pihaknya, jika ada pepohonan disekitar jaringan yang berisiko menyebabkan gangguan, agar bisa segera ditangani secara baik.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat, agar tidak melakukan penarikan daya langsung dari jaringan utama secara illegal. Hal itu, disebutnya berisiko menyebabkan gangguan, serta membuat pihaknya alami losses daya.

Daya yang terpakai dari cantolan tersebut, tak terhitung penggunaanya. Begitu pula dengan aktivitas bermain layangan, yang disebutnya beresiko menyebabkan blackout (listrik mati total).

“Karena kami kan sekarang (dalam sistem listrik Khatulistiwa) sudah terinterkoneksi sampai sampai ke Sambas. Ke depan, bahkan rencananya terinterkoneksi ke seluruh Kalbar. Jadi kalau ada gangguan, blackoutnya itu impactya bisa se Kalbar,” tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved