Kisruh Antara Sekda Kalbar dan Walkot Pontianak, DAD Kalbar: Ini Memalukan Kalbar
Perseteruaan antara kedua belah pihak bapak M Zeet dan bapak Sutarmidji harus segera dihentikan, karena memberi malu masyarakat Kalbar.
Penulis: Syahroni | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar, Yakobus Kumis mengatakan perseteruan antara dua pejabat yang melibatkan Wali Kota Pontianak dan Seketaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar) membuat malu Kalbar.
"Perseteruaan antara kedua belah pihak bapak M Zeet dan bapak Sutarmidji harus segera dihentikan, karena memberi malu masyarakat Kalbar di depan Masyarakat luar Kalbar," ucap Ketua DAD tersebut.
Yakobus juga menyampaikan kalau dirinya tidak membuat pernyataan siapa yang benar dan siapa yang salah, yang paling penting adalah kedua belah pihak saling introspeksi diri serta membenah diri masing-masing dan segera menyelesaikan kisruh yang terjadi.
"Tidak bagus kisruh yang terjadi ditontonkan pada masyarakat," ucap Yakobus.
Sabagai tokoh masyarakat DAD Kalbar, Yakobus Kumis mengatakan Gubernur Kalbar Cornelis, untuk segera memanggil kedua pihak secara internal.
"Yakni untuk menyelesaikan masalahnya, karena jika ini terus berlanjut semakin memalukan kita di mata luar," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sutarmidji_20160524_120156.jpg)