Liputan Khusus

Sukses Bisnis Transportasi Berbasis Online Rambah Kalbar

Terkait aplikasi, ia menyatakan, dalam waktu dekat akan beralih ke aplikasi khusus

Tayang:
Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Seorang mahasiswi, Amel saat menggunakan jasa transportasi berbasis online, Tripy, Selasa (17/5/2016) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kesuksesan aplikasi transportasi berbasis online seperti Gojek dan Grab di Jakarta, ikut memantik pengusaha di Kalbar menekuni bisnis serupa. Di Pontianak misalnya ada Mr Jek, Jekpot, Bujang Kurir, dan yang terbaru Tripy.

CEO PT Tripy Transmoda Indonesia, Rizal Bakri, mengatakan bisnis yang dirintisnya ini berawal dari keinginan adanya moda transportasi alternatif bagi warga Pontianak yang nyaman, aman, dengan harga transparan.

Karena itulah, ia mencoba membangun sebuah aplikasi untuk memfasilitasi kebutuhan warga tersebut. "Ide tercetus di awal 2016. Dibutuhkan waktu kira-kira 3 bulan untuk mewujudkan aplikasi ini. Tidak dipungkiri, kita terinspirasi kesuksesan aplikasi Gojek dan Grab di Jakarta. Kita punya tim untuk develop aplikasi ini," kata Rizal kepada Tribun, Rabu (11/5/2016).

Ia bersama tim mencoba membangun aplikasi serupa dengan tambahan fitur chatting yang akan memudahkan konsumen berkomunikasi langsung dengan driver. Aplikasi ini juga tersedia untuk pengguna android dan iOS.

Dipilihnya aplikasi berbasis online karena pertumbuhan pengguna smartphone di Indonesia, termasuk Kalbar, sangat tinggi. Jasa yang mereka tawarkan akan sangat mudah diakses dengan menggunakan smartphone.

Pengguna jasa tidak perlu menelepon, SMS, atau menggunakan metode konvensional lainnya. Hanya dengan beberapa sentuhan di layar, konsumen dengan mudah sudah dapat menggunakan jasa Tripy. "Aplikasi ini juga bermanfaat bagi wisatawan yang berkunjung ke Pontianak. Mereka akan lebih mudah mengeksplorasi kota dengan armada yang kami miliki," ujar Rizal.

Pemuda Pontianak ini menjelaskan Tripy memiliki dua jenis moda transportasi, yaitu Tripy Car (mobil) dan Tripy Moto (motor). Bentuk layanan adalah antar jemput. Khusus untuk Tripy Moto bisa digunakan juga untuk jasa delivery.

Tripy bekerjasama dengan beberapa partner untuk memenuhi kebutuhan armada. Mereka terdiri dari perusahaan penyedia jasa transportasi dan pribadi-pribadi yang ingin bergabung dengan Tripy.

"Jumlah pastinya belum bisa kami infokan pada saat ini. Armada yang bergabung dengan kami harus layak baik dari sisi kenyamanan dan keamanan. Untuk mobil dan motor tidak boleh berumur lebih dari 5 tahun," tuturnya.

Rizal menerangkan, biaya tarif dihitung berdasar jarak (per kilometer), sehingga harga yang dibayarkan konsumen lebih murah. Konsumen juga dapat langsung menghitung sendiri estimasi harga melalui aplikasi Tripy.

Penetapan tarif saat ini diakuinya belum final. Hal ini mesti didiskusikan bersama tim dan melibatkan partner driver serta melakukan riset terhadap daya beli warga Pontianak. Tarif motor akan lebih murah dibandingkan mobil.

Jika penumpang sudah on-board, dan ternyata mereka berhenti dulu sebelum sampai ke tempat tujuan, biaya akan dihitung per menit. "Berapa tarif yang akan kami gunakan akan kami informasikan ketika launching nanti. Yang jelas tarif kami akan sangat murah karena dihitung berdasarkan kilometer," jelasnya.

Seleksi Ketat
Keselamatan penumpang, tegas Rizal merupakan konsen utama Tripy. Perusahaan akan menerapkan standard operating procedure (SOP) ketat untuk hal ini. Screening ketat juga diberikan pada driver. Mereka akan diberikan pelatihan baik soal jalan, tujuan wisata dan pelayanan terhadap konsumen.

"Mereka harus melengkapi dokumen seperti SIM, SKCK, kelayakan kendaraan dan dokumen pendukung lainnya. Untuk penumpang akan kami asuransikan selama menggunakan armada kami," papar Rizal.

Tripy juga membuka kesempatan kepada pengemudi untuk bergabung dengan waktu kerja yang fleksible, mereka akan mendapatkan pemasukkan tambahan dari kendaraan yang mereka miliki berdasarkan komisi.

Syarat bergabung dengan melengkapi berkas di antaranya STNK (Fotokopi, apabila STNK atas nama orang lain maka harus melampirkan KTP yang ada di STNK tersebut), fotokopi KTP, SIM, SKCK, dan Kartu Keluarga.

Bagi yang ingin bergabung bisa mengakses website atau email partner@tripy.id. "Kalau Aplikasi dapat di download di googleplay dan appstore dengan keyword Tripy Indonesia atau dapat diakses melalui website kami," imbuhnya.

Pihaknya akan test ride, 18 Mei untuk media dan official launching, 20 Mei 2016. Saat ini armada Tripy 20 unit mobil dan 40 sepeda motor. Jumlahnya akan mengikuti sesuai demand masyarakat.

Jika Tripy baru akan melayani delivery untuk Tripy Moto, Bujang Kurir, sudah lebih dahulu berjalan. Pendiri dan Pemilik Bujang Kurir, Riszky Ramadhan (30), mengakui usahanya terinspirasi layanan ojek online di Jakarta.

Namun ia mengaku, tidak mengadopsi mentah-mentah konsep tersebut. Tapi, mengadopsinya bahkan hingga 90 persen. "Karena memang di Bujang Kurir kami punya SOP sendiri. Seperti untuk penentuan harga, kalau di tempat lain, pakai tarif berdasarkan harga per kilometer, di kami tidak," kata Rizky saat ditemui di Kantor Bujang Kurir, Jl HM Suwignyo, Kompleks Suwignyo Permai 2.

Ia menjelaskan, di Bujang Kurir, penetapan tarif, dibuat berdasarkan mapping area. Harga, dibedakan menjadi dua area, Black Area dan Yellow Area. Black Area, mengacu pada wilayah Kota Pontianak, sedangkan Yellow Area, khusus untuk pinggiran Pontianak, seperi Sungai Raya dan Sungai Raya Dalam, Kubu Raya.

Begitu pula terkait tarif. Pada Black Area, tarifnya dikenakan flat Rp 15 ribu. Sedanghkan Yellow Area, tarifnya relatif lebih bervariasi. Rentangnya antara Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. Selain itu, biasanya juga dikenakan charge (tambahan biaya) Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu, untuk pembelian yang tidak searah. "Tapi jarang sih yang ada kena charge biaya. Konsumen biasanya juga cerdas. Mereka pilih yang searah," ujarnya.

Seribu Order
Untuk sistem pemesanan, ia menjelaskan, saat ini masih mengandalakan BlackBerry Massanger (BBM) dan Aplikasi Whatsapp. "Order dari pelanggan, operator yang handle. Setelah itu, baru di-forward ke kurir," jelasnya.

Terkait aplikasi, ia menyatakan, dalam waktu dekat akan beralih ke aplikasi khusus, seperti yang digunakan pada penyedia jasa layanan transportasi online lainnya yang berbasis android.

"Insya Allah bulan depan, pas setahun Bujang Kurir berjalan, mau lauching aplikasi. Ini juga muncul dari saran pengguna jasa Bujang Kurir. Kenapa itu menjadi penting sekarang, karena pelanggan kita memang bukan dari Pontaianak saja. Bahkan dari Kuching, Malaysia, juga ada," bebernya.

Dirinya menjelaskan, aplikasi ini, murni dirancang oleh pengembang lokal. Ia mengaku berkerja sama dengan satu di antara akademisi dan praktisi teknologi informasi terkemuka di Pontianak.

Ditanya mengenai detail aplikasi, ia memaparkan ada tiga aplikasi. Satu aplikasi disiapkan untuk kurir, satu aplikasi untuk operator, dan satu aplikasi untuk pelanggan. Aplikasi ini nantinya akan saling tersinkronisasi.

Saat Kawan Bujang (pengguna jasa Bujang Kurir), mendownload, mereka akan diminta untuk register dulu. Setelah itu, otomatis diteruskan ke operator, yang selanjutnya akan meneruskan kepada kurir di lapangan. "Intinya begini, saya mau tetap ada peran manusia di aplikasi itu. Karakter pelanggan di Pontianak berbeda. Sesuai tagline kami, Cuace Panas Abang Ganas, Huja Lebat Abang Semangat. Pokoknye, Adek Pesan Abang Antar," paparnya.

Selama ini, pemesanan bisa dilakukan via BBM di PIN 5BD28C51 dan WhatsApp di nomor 081360053300. Setahun menggagas bisnis, Riszky kini bisa tersenyum lebar. Dalam sebulan ia kini melayani seribuan lebih order. "Terakhir April lalu, kami layani 1.474 orderan pelanggan. Hingga pertengahan Mei ini, sudah tembus 800 lebih," ucap Alumnus Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

Ia pun yakin, usahanya yang digelutinya ini akan meraih hasil lebih besar di masa mendatang. "Butuh tiga bulan mengedukasi pelanggan. Tepat di bulan keempat, barulah mulai terasa hasilnya. Sampai sekarang, bahkan terus meningkat progresnya. Bulan pertama 5 orderan, bulan kedua 14 orderan, bulan ketiga 27 orderan. Baru pada bulan keempat melonjak 217 orderan," imbuhnya.

Guna memperluas jaringan, ia juga mulai gencar melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Beberapa gerai dan restoran disasarnya. Hingga kini, tercatat ada sembilan rekanan yang disebutnya Kawan Bujang Kurir.

Antara lain, Alila Resto and Cafe, Alila Prasmanan, Ayam Penyet Pegasus, Uduk Udi, Medan Kerang, Somay Bu Juju, Ayam Penyet Bu Nina, dan Bingke Al Fajar. Selain Tripy dan Bujang Kurir, peluang bisnis transportasi online di Pontianak juga dilihat JekPot.

Owner JekPot, Mustafa, mengatakan usahanya adalah jasa ojek. JekPot sendiri merupakan akronim dari Ojek Pontianak. Saat dihubungi, Selasa (17/5) malam, Mustafa mengaku tengah menjajaki kerjasama dengan beberapa pihak di Sintang.

Saat ditanya mengenai sistem operasi usahanya, Mustafa menjelaskan masih menggunakan cara konvensional. Pengguna bisa memesan jasa layanannya, lewat nomor kontak yang sengaja disiapkan khusus.

Meski begitu, ia menceritakan, usahanya itu pernah mendapatkan tawaran dari investor. Sampai saat ini, dua investor disebutnya pernah mengajukan tawaran kerja sama. Satu di antara yang menjadi fokus kerja sama tersebut adalah opsi penggunaan aplikasi khusus.

Aplikasi yang lazim digunakan jasa ojek online saat ini. "Namun saya belum memutuskan apakah menerima atau tidak tawaran tersebut. Saat ini sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang bisa diambil di masa mendatang," ujar Mustafa. (doi/hak/ram)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved