Perbankan Konsen Himpun Dana Murah
Agar investor dana mahal tidak lari perlu data dan pertimbangan yang rasional dan tepat kapan saatnya kita bisa menurunkan bunga kredit.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cabang Kalbar, Asep Ruswandi mendorong perbankan untuk menghimpun dana murah.
Dana murah memang sudah menjadi strategi bank menyusul potensi kenaikan inflasi. Tingginya inflasi akan diikuti dengan kenaikan suku bunga acuan BI Rate, suku bunga penjaminan LPS Rate dan suku bunga simpanan.
Direktur Utama Bank Kalbar, Sudirman HMY membenarkan statement kepala OJK. Bank Kalbar sendiri kata Sudirman telah menyiapkan tabungan baru seperti Tabungan Bekal, Tabungan Siswa, TabunganKu, Simpel Bank Kalbar untuk menerima tabungan dari masyarakat dan siswa.
Ia mengatakan jasa atas tabungan tersebut relatif kecil antara 2 hingga 4 persen pertahun tergantung saldonya.
"Dengan terhimpunnya dana murah lebih besar porsinya dari dana mahal seperti Deposito diharapkan cost of fund akan turun sehingga SBDK bisa ditekan untuk menyongsong bunga kredit satu digit akhir tahun 2016 ini," ujarnya kepada Tribun pada Kamis, (19/5/2016).
Ia juga mengatakan agar investor dana mahal tidak lari perlu data dan pertimbangan yang rasional dan tepat kapan saatnya kita bisa menurunkan bunga kredit.
"Dan tentunya tetap memperhatikan dan mempertimbangkan permintaan nasabah dana. Sesuai ketentuan pemerintah, OJK dan mekanisme pasar yang berlangsung," ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Area Head Bank Mandiri Kalimantan Barat, Ahadi Subri mengatakan pihaknya juga berupaya menghimpun dana murah sesuai arahan OJK.
"Sangat setuju karna akan berpengaruh nantinya ke suku bunga kredit yang juga bisa lebih murah. Ibarat biaya atau ongkos produksi barang yang murah tentunya harga jual barang tersebut bisa lebih murah juga," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/rupiah-dibuka-melemah_20151126_092453.jpg)