Hingga April 2016, Ada 30 Laporan Pengaduan Kejahatan Pada Anak di Kalbar

Sejak Januari hingga April 2016 tercatat sebanyak 30 laporan pengaduan kejahatan terhadap anak di Kalbar.

Hingga April 2016,  Ada 30 Laporan Pengaduan Kejahatan Pada Anak di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya, saat memberikan katasambutan dihadapan peserta Forum Anak Daerah Provinsi Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Gubernur Provinsi Kalbar, Christiandy Sanjaya menyatakan berdasarkan laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kalbar, sejak Januari hingga April 2016 tercatat sebanyak 30 laporan pengaduan kejahatan terhadap anak di Kalbar.

"Ad 13 kasus di antaranya, kejahatan seksual terhadap anak. Ini sangat memprihatinkan, bagaimana pemerintah telah memikirkan dan mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang merugikan anak," ujar Christiandy Sanjaya kepada wartawan, Rabu (18/5/2016).

Wagub menuturkan, hak asasi anak merupakan bagian dari hak asasi manusia (HAM) yang termuat dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Konvensi PBB tentang hak-hak anak.

"Anak adalah masa depan bangsa, sehingga setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi, serta berhak atas perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi serta hak sipil dan kebebasan," ucapnya.

Namun pada kenyataannya kata Wagub, anak sering menjadi pihak yang tidak diperhitungkan suara dan kepentingannya, sehingga anak menjadi kelompok yang rentan terhadap perdagangan orang, kekerasan eksploitasi dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya.

"Anak-anak juga rentan menjadi korban kejahatan," tuturnya.

Wagub mengapresiasi atas penyelenggaraan Forum Anak Daerah Tingkat Provinsi. Forum ini telah dilaksanakan secara regular sejak tahun 2009. Merupakan wujud fasilitasi bagi anak untuk membangun kemitraan dengan unsur pemerintah dan organisasi masyarakat, dalam mendiskusikan masalah-masalah anak di Kalbar.

"Kita harap forum ini dapat menjadi fasilitator anak, untuk berbagi pengalaman dalam memasyarakatkan hak anak kepada teman-teman lain didaerahnya," ucapnya.

Wagub juga mengingatkan kepada Forum Anak Daerah untuk jangan sampai terlibat narkoba, karena kejahatan sering terjadi akibat dari barang haram seperti Ekstasi, Ganja, Sabu dan lain-lain.

"Saya berharap tidak terlibat dengan pergaulan bebas, minuman keras ataupun berbagai bentuk fornografi karena hal itu sangat tidak baik, apalagi bagi anak-anak ytang memiliki masa depan yang cerah sebagai harapan bangsa," ungkapnya.

Baca Juga
Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved