Penopang Pertumbuhan Ekonomi Kalbar
Pada lain sisi, ekspor produk hilir, saaat ini terbilang masih sangat minim.
Penulis: Ishak | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI), Dwi Suslamanto, menilai penyerapan anggaran, khususnya untuk belanja modal, oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait, punya peran penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh sebab itu, menurutnya, Pemda perlu menyiapkan diri untuk menyerap anggaran sebaik mungkin.
Hal ini disampaikan, di sela acara Penandatanganan Kerjasama, antara Pihaknya, dengan Dirjen Perbendaharaan Provinsi Kalbar, pada Selasa (17/05/2016) pagi.
“Peran Belanja Modal Daerah, sangat penting saat ini,” nilai Pria berkacamata itu.
Menurutnya, belanja modal, jadi harapan utama pertumbuhan ekonomi Kalbar.
Hal ini tak lepas dari lesunya kondisi aktivitas ekspor impor di Kalbar saat ini. Faktor komposisi ekspor yang lebih didominasi oleh komoditas, dinilainya sangat rentan terhadap fluktuasi harga di pasar dunia.
Pada lain sisi, ekspor produk hilir, saaat ini terbilang masih sangat minim. Padahal, ekspor produk hilir relatif lebih stabil terhadap fluktuasi harga, sehingga sangat mendukung pertumbuhan ekonomi.
Melihat pada kondisi ini, maka penyerapan anggaran modal oleh pemerintah, menjadi sangat urgen. Hal ini juga mengacu pada penopang pertumbuhan ekonomi di Kalbar.
Sejauh ini, belanja rumah tangga tercatat berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi. Persentasenya pun terbilang besar, yakni hingga lebih dari 50 persen.