Ciptakan Konsep 'Writerpreneur, Excellent Education, dan Empowering Generation'

Fakhrul mengatakan FIM merupakan wadah atau komunitas, yang menaungi pemuda dalam mengekspresikan kemampuan atau passion dalam menulis.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Steven Greatness
Istimewa
Komunitas Forum Indonesia Menulis 

TRIBUNPONTIANAK,CO.ID - Bermula dari impian untuk menghadirkan dunia yang lebih baik, Indonesia yang lebih hebat dalam memperkaya kehidupan manusia melalui pengembangan potensi dan pemberdayaan generasi muda di Indonesia, pada 23 April 2013 Fakhrul Ar-razi mendirikan sebuah komunitas menulis bernama Forum Indonesia Menulis (FIM).

Fakhrul mengatakan FIM merupakan wadah atau komunitas, yang menaungi pemuda dalam mengekspresikan kemampuan atau passion dalam menulis dan segala hal berkaitan dengan kepenulisan. Serta pelopor dalam membudayakan gemar membaca dan menulis, melalui kegiatan sekolah menulis serta berbagai bentuk kegiatan pengembangan diri dan lainnya.

FIM memiliki visi "Muda Unggul-Muda Inspirasi Dunia" dan misi melahirkan generasi muda yang unggul, menumbuhkembangkan bakat dan minat di bidang kepenulisan, melahirkan generasi muda yang gemar membaca, melahirkan penulis-penulis muda hebat dan unggul yang dapat menginspirasi dunia (lingkungan, keluarga, masyarakat, daerah, negeri dan dunia), kemudian melakukan roadshow bedah buku untuk menginspirasi generasi muda di Indonesia serta melahirkan penulis yang produktif berkonsep writerpreneur.

"Sebagai latar belakang lahirnya FIM, kami belajar dari peradaban dunia dulu, sekarang dan yang akan datang. Yaitu belajar dari Negeri Sakura, Jepang yang ketika dibombardir di Nagasaki dan Hiroshima memulai peradaban baru dan menjadi negara baru yang kuat dengan lahirnya seorang penulis asli Jepang, Yukuchi Fakuzawa dengan bukunya yang berjudul "Seiyo Jijo", yaitu segala sesuatu tentang dunia barat. Jepang dengan cepat menyulap negaranya menjadi negara dengan ekonomi dan militer superpower," kata Fakhrul Ar-razi.

Selain itu dia juga belajar dari peradaban Islam pada zaman Khalifah Al-makmun yang memulai peradabannya, dengan mendirikan 70 perpustakaan dengan 500 ribu buku. Hingga lahirlah banyak penulis ternama seperti Ibnu Khaldun, bapak ilmu sosial dengan karya terbaiknya "Mukaddimah", yang menjadi salah satu buku favorit Mark Zukerberg (Founder dari Facebook).

Kemudian ada Ibnu Sina dengan 450 tulisan dan karya terbaiknya, diantaranya "Al-Qanun" yang merupakan buku kedokteran pertama dan terlengkap, sehingga Ibnu Sina dikenal pula sebagai bapak kedokteran dunia, bangsa Eropa sekalipun menggunakan buku ini sebagai bahan pembelajaran. Terbukti wajah Ibnu Sina terpahat di gerbang masuk Universitas Paris, Perancis sebagai lambang atau simbol penemuan dan perubahan di dunia kedokteran modern.

Jika kita menilik era modern jutaan hingga miliaran orang merubah nasibnya melalui buku. Seperti halnya yang dilakukan oleh Antony Robin (motivator nomor 1 di dunia) dengan bukunya yang berjudul "Unlimited Power".

Di Indonesia kita mengenal penulis perempuan Asma Nadia dengan novel-novel terbaiknya, yang mampu mempengaruhi dan menginspirasi banyak orang. Ippho Santosa dengan bukunya yang berjudul "7 keajaiban Rezeki" yang telah diseminarkan di puluhan negara dan benua di dunia.

"Berangkat dari itu semua, maka kami dari FIM siap berkontribusi, menjadi wadah para pemuda yang siap mengubah negeri ini, yang siap membawa perubahan yang lebih besar. Singkatnya, FIM merupakan tempatnya para pengubah dunia. Membangun kembali peradaban generasi emas. Menghadirkan dunia yang lebih baik," ujarnya.

Konsep yang disajikan FIM membuatnya berbeda dengan komunitas sejenis, yaitu Writerpreneur, Excellent education, dan Empowering generation (WEE). Konsep writerpreneur membentuk karakter penulis produktif berjiwa wirausaha. Excellent education, melaksanakan pendidikan yang menghasilkan suatu karya nyata dalam kurun waktu tertentu serta pembentukan mental sukses dan skill (pengetahuan berbagai genre buku, editing, layouting, desain cover, penerbit, percetakan) penulis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved