Ibu Hamil yang Stres Dapat Memicu Lahir Bayi Prematur

Stres juga dapat memengaruhi plasenta ibu hamil.

Ibu Hamil yang Stres Dapat Memicu Lahir Bayi Prematur
Istimewa
Ilustrasi ibu hamil. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dokter ahli kandungan, dr Rina Nulianti SpoG, menyebutkan dampak pada janin jika seorang ibu hamil yang stres kronis berkontribusi terhadap pada perkembangan janin, Jumat (22/4/2016).

Namun, masih diperlukan penelitian yang lebih dalam untuk mengonfirmasi hal itu terhadap pertumbuhan bayi.

Beberapa data menunjukkan bahwa pemicu stres kronis pada ibu hamil yang tidak diiringi dengan kemampuan manajemen stres yang baik dikaitkan dengan kelahiran bayi dengan berat badan rendah atau lahir prematur.

Hal ini disebabkan menurunnya aliran darah ke rahim yang dapat secara signifikan memengaruhi tumbuh kembang janin.

Stres juga dapat memengaruhi plasenta ibu hamil. Ketika ibu hamil mengalami stres, terutama pada trimester pertama, plasenta meningkatkan produksi hormon pelepas kortikotropin (CRH).

Hormon ini bertugas mengatur durasi kehamilan. Kadar hormon tersebut yang lebih tinggi dari seharusnya dapat mempercepat durasi kehamilan, sehingga bayi berisiko lahir prematur.

Berkurangnya pasokan oksigen untuk janin. Ketika ibu hamil merasakan kecemasan, tubuhnya akan memproduksi hormon stres yang bisa berdampak kepada janin, yaitu epinephrine dan norepinephrine yang berefek mengencangkan pembuluh darah dan mengurangi suplai oksigen ke rahim.

Penulis: Syahroni
Editor: Steven Greatness
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved