Gugah Minat Baca Lewat Komik

Tidak ada belajar secara khusus sebagai komik. Belajar sendiri secara otodidak.

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Arief
Gugah Minat Baca Lewat Komik - wahyudi-komik-1_20160511_204917.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN
Wahyudi atau Yoyo saat membuat sketsa gambar dari komik yang akan di terbitkannya di satu warung kopi, Sambas, Rabu (11/5/2016).
Gugah Minat Baca Lewat Komik - wahyudi-komik-2_20160511_204850.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN
Wahyudi atau Yoyo saat membuat sketsa gambar dari komik yang akan diterbitkannya di satu warung kopi, Sambas, Rabu (11/5/2016).

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bermula dari kegemaranya membaca komik sejak masih duduk sekolah dasar, Wahyudi yang biasa disapa Yoyo ini sejak tahun 2002 lalu telah menghasilkan empat buku komik.

Empat buku komik telah diterbitkan memiliki berbagai jenis kategori. Seperti kategori cerita rakyat atau urban legend, cerita hikmah dari kearifan binatang seperti cerita kera dan kura-kura, krisis sosial dan informasi edukasi bagi genarasi muda.

"Tidak ada belajar secara khusus sebagai komik. Belajar sendiri secara otodidak. Kepengin juga rasanya belajar secara profesional soal komik dan animasi," ujarnya saat ditemui di satu warung kopi di Sambas, Rabu (11/5/2016).

Melalui komik dirinya berusaha menggugah minat baca anak-anak di Kabupaten Sambas. Menurutnya kebanyakan saat ini banyak anak-anak tidak tertarik dan berminat untuk melahap bacaan-bacaan panjang.

Anak sekarang lebih tertarik untuk membaca jika ada gambar-gambar berwarna. "Lewat gambar saya berusaha menyampaikan pesan-pesan pengetahuan," ujarnya

Ketika awal bekarya, dirinya hanya mengandalkan buku gambar, pensil dan pewarna dari cat kayu. Namun, setelah semakin terus berkembang hingga menggunakan aplikasi pada gadget tab miliknya.

Pria yang hanya lulus SMP ini menyatakan saat ini juga banyak polindes dan puskesmas memintanya untuk membuat gambar animasi untuk dipakai sebagai sarana promosi kesehatan.

"Sejak empat bulan terakhir saya memang sudah betul 'menjual diri' untuk kemampuan saya," ujarnya

Beberapa ide kreatif saat ini telah ada dibenaknya untuk segera ditumpahkan dalam karya. Setelah membuat komik cerita rakyat dari Sinam, yakni legenda 'Batu Mak Buah' selanjutnya cerita dari anak-anak dalam membacakan doa-doa harian, seperti doa makan serta doa dalam kegiatan sehari-hari.

"Jika saya nanti akan mati, karya yang saya persembahkan akan tetap terus ada, harapanya karya terus memberikan manfaat pada orang lain secara luas," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved