Investor Masih Ragu Hasil Data Kerja AS

Indeks saham AS berakhir lebih tinggi pada hari Jumat, rebound setelah sepanjang sesi lebih banyak di zona merah.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Steven Greatness
THINKSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dollar menguat terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Jumat setelah Presiden Federal Reserve New York William Dudley mengatakan kepada New York Times.

Analis Monex menyatakan hak tersebut karena bank sentral AS mungkin akan menaikan suku bunga dua kali di tahun 2016 setelah data kerja bulan April yang lebih lemah dari perkiraan.

Indeks saham AS berakhir lebih tinggi pada hari Jumat, rebound setelah sepanjang sesi lebih banyak di zona merah, karena investor masih meraba-raba hasil data kerja AS dan konsekuensi untuk kebijakan moneter Federal Reserve.

Harga emas melonjak sekitar 1 persen pada hari Jumat setelah data NFP AS untuk bulan April datang lebih lemah daripada perkiraan, meningkatkan ekspektasi Federal Reserve akan menunda kenaikan suku bunga di masa mendatang.

Harga minyak mentah membukukan penguatannya pada hari Jumat karena kebakaran di wilayah kaya minyak di Kanada dan serangan di fasilitas kilang minyak yang operasikan oleh Chevron di Nigeria Selatan memicu kecemasan terhadap gangguan output minyak global.

Data ekonomi hari ini adalah Monetery Policy Meeting Minutes, Average Cash Earnings y/y dan Consumer Confidence dari Jepang, Factory Orders m/m dari Jerman, Halifax HPI m/m dari Inggris, Eurogroup Meetings dari Zona Euro, Housing Starts dari Kanada serta Labor Market Conditions Index m/m dari A.S.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved