IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Cenderung Tertekan

Bursa Eropa dibuka melanjutkan aksi reboundnya seiring reboundnya harga minyak yang berhasil kembali diatas 45 dolar per barrel

IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Cenderung Tertekan
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bursa Saham di Asia ditutup bervariasi dengan pelemahan terbesar dialami oleh bursa saham di China dan penguatan di alami oleh bursa saham di Jepang. Data aktifitas Eksport di China melambat jauh dibawah ekspektasi dimana untuk YoY di bulan april -1,8% dari 11,5% dengan ekspektasi awal -0,1%.

Meskipun demikian Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri mengatakan total neraca perdagangan terlihat surplus naik menjadi 45,56 juta dolar dari 29,86 juta dolar dikarenakan tingkat import yg juga turun drastis.

Menurunnya aktifivas import membuat kekhawatiran negara ekportir ke China akan melambatnya aktifitas eksport mereka seperti Indonesia dan emerging market lainnya.

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup pada zona negatif -73,28 poin sebesar -1,52% dilevel 4749 dengan rata-rata saham big cap mengalami pelemahan terlihat pada total Value yang cukup besar tertimbang total volume yang moderate.

Seluruh sektor terlihat terkoreksi kecuali sektor infrastruktur yang mengalamai penguatan karena kepercayaan investor terhadap saham TLKM meningkat pasca berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga profit double digit.

Pelemahan IHSG keseluruhan disebabkan oleh faktor data perdagangan di China yang kian memburuk salah satunya yang menjadi fokus yakni tingkat aktifitas import China yang kembali menurun hingga -10,9% membuat kekhawatiran terhadap data aktifitas eksport indonesia. Investor asing pun melanjutkan aksi jual diawal pekan ini dengan tercatat net sell sebesar Rp 457,58 miliar.

Bursa Eropa dibuka melanjutkan aksi reboundnya seiring reboundnya harga minyak yang berhasil kembali diatas 45 dolar per barrel seiring kebakaran hutan kanada yang membatasi produksinya.

Sentimen lain yakni dari data Factory Order di German yang tumbuh jauh diatas ekspektasi dan Tingkat kepercayaan konsumen di Eropa yang juga tumbuh diatas ekspektasi. Sentimen selanjutnya dari dalam negeri akan ada data cadangan devisa, Dari Asia akan dibanjiri oleh data ekonomi China diantaranya Indeks harga produksi, tingkat investasi investor asing dan Tingkat inflasi dengan semua ekspektasi cukup positif sehingga diharapkan mampu menjadi momentum reversal pada bursa Asia.

Secara teknikal IHSG kembali menguji support neckline dari pola head and shoulder dan kali ini break out dengan pengujian selanjutnya pada ratio 61,8% dari luas trend jangka pendek di 4738.

"Pelemahan akan berlanjut jika break out support 4738 dengan target koreksi selanjutnya pada target pola Head and Shoulder dikisaran level 4700-4650. Indikator Stochastic terkonsolidasi pada area deka oversold dengan Momentum bearish dari RSI yang masih cukup curam. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak mixed cenderung tertekan dengan range pergerakan 4700-4775," ujarnya Senin (9/5/2016).

Penulis: Maskartini
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved