Breaking News:

Hari Pers Dunia

Jurnalis di Kalbar Tuntut Upah Layak

Selain itu juga para Jurnalis menuntut upah gaji yang layak dari Perusahaan. Karena hingga sekarang kesejahteraan Jurnalis tidak sebanding.

Jurnalis di Kalbar Tuntut Upah Layak - jurnalis-di-kalbar-saat-melakukan_20160503_103011.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Jurnalis di Kalbar saat melakukan aksi damai, dalam memperingati Hari Pers se-Dunia.
Jurnalis di Kalbar Tuntut Upah Layak - peringatan-hari-pers-internasional_20160503_140337.jpg
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Peringatan hari pers internasional oleh sejumlah insan pers di Kota Pontianak di Bundara Untan, Jl Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (3/5/2016) sekitar pukul 09.00 WIB.
Jurnalis di Kalbar Tuntut Upah Layak - peringatan-hari-pers-internasional_20160503_140431.jpg
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Peringatan hari pers internasional oleh sejumlah insan pers di Kota Pontianak di Bundara Untan, Jl Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (3/5/2016) sekitar pukul 09.00 WIB.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seluruh insan Jurnalis di Kalbar tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak, dan juga Jurnalis Kampus baik Untan dan IAIN Pontianak melakukan aksi dalam di Bundaran Digulis Untan Pontianak, Selasa (3/5/2016) pukul 08.30 WIB.

Aksi damai ini merupakan Memperingati Hari Pers se-Dunia. Dikawal ketat oleh Kepolisian, para Jurnalis menyuarakan masalah kekerasan yang sering menimpa Jurnalis, saat menjalankan tugasnya dilapangan. Serta kasus pembunuhan terhadap Jurnalis, hingga sekarang belum dituntaskan oleh pihak Kepolisian.

Selain itu juga para Jurnalis menuntut upah gaji yang layak dari Perusahaan. Karena hingga sekarang kesejahteraan Jurnalis tidak sebanding, dengan kerja yang diemban selama ini.

Aksi damai dipimpin langsung Ketua AJI Pontianak, Heriyanto Sagiya. Dalam orasinya menyatakan juga bahwa, kekerasan terhadap Jurnalis di Tanah Air masih saja terjadi.

"Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan yaitu, banyak kasus pembunuhan terhadap Jurnlais dan kekerasan Jurnalis di lokal," ucapnya.

Heriyanto Sagiya meminta, kepada pihak Kepolisian harus segera menyelesaikan kasus-kasus pembunuhan dan kekerasan yang menimpa jurnalis di Tanah Air.

"Kalau tidak indeks kekerasan terhadap Jurnalis di Indonesia semakin tinggi. Maka diharapkan kepada Kepolisian segera menyelesaikan kasus pembunuhan dan kekerasan terhadap jurnalis," jelasnya.

Menanggapi masalah upah gaji jurnalis, yang kini belum sesuai dengan layak. Heriyanto Sagiya mengakui bahwa, upah atau gaji terhadap jurnalis masih rendah.

"Kami terus mendorong agar perusahaan memberikan gaji layak kepada jurnalis sesuai hidup layak," ungkapnya usai melakukan aksi damai tersebut.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved