Pekan Gawai Dayak XXXI
Cornelis Membuka Gawai Dayak Naik Dango XXXI di Toho
Makna naik Dango merupakan upacara dan dimaknai penuh dengan rasa syukur.
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH membuka langsung Gawai Adat Naik Dango ke XXXI di Kecamatan Toho Kabupaten Mempawah, Rabu (27/4/2016).
Ia hadir bersama istri Ny Frederika, Wakil Ketua MPR RI Dr Oesman Sapta Odang (OSO), Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana, Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus, Bupati Landak Adrianus Asia Sidot, forkopimda serta hadir pula artis senior tanah air Piet Pagau.
Gubernur Gubernur Kalbar, Drs Cornelis MH, mengatakan makna naik Dango merupakan upacara dan dimaknai penuh dengan rasa syukur.
"Naik dango merupakan satu kegiatan berlanjut berkepanjangan terus menerus," ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan ini berisi hal positif harus pertahankan yakni nilai budaya.
"Negara dibentuk berdasarkan beribu pulau, suku bangsa, agama dan budaya, tapi para pendiri bisa mempersatukan mendirikan negara Republik Indonesia berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang 1945," jelasnya.
Makanya muncul semboyan Bhinneka Tunggal Ika, kendati berbeda-beda tetapi tetap satu yakni Indonesia. Makanya ini perlu diadakan tiap tahun.
"Bahkan negara modern masih mengingat bagian kehidupan masa lalu," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/gawai-adat-naik-dango-di-toho_20160427_163815.jpg)