Peringati Hari Otda, Daerah Harus Siap Hadapi MEA
Melalui pemantapan otonomi daerah ini, kita tidak akan kalah bersaing dengan negara-negara yang berada di lingkungan Asean
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ratusan Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Sambas gelar upacara peringatan hari Otonomi Daerah di halaman Kantor Bupati Sambas, Selasa (26/4/2016).
Wakil Bupati Sambas, Pabali Musa saat bertindak sebagai pemimpin upacara mengatakan peringatan otonomi daerah XX tahun 2016 mengusung tema Memantapkan Otonomi Daerah Menghadapi Tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Menurutnya makna dari tema tersebut bahwa otonomi daerah telah menjadi komitmen dan konsensus para pendiri bangsa Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang dasar 1945 bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, peningkatan daya saing daerah dan pengembangan demokrasi lokal.
"Mulai diberlakukannya kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun 2016 ini. Seluruh pemerintah daerah harus menata seluruh elemen otonomi daerah agar Indonesia tidak menjadi penonton dalam era persaingan bebas," ujarnya.
Ia menjelasakan dalam era MEA diberlakukan 5 arus bebas dalam aktivitas ekonomi antar negara Asean. Pertama arus bebas barang, kedua arus bebas jasa, ketiga arus bebas tenaga kerja terampil, keempat arus bebas modal dan kelima arus bebas investasi.
"Melalui pemantapan otonomi daerah ini, kita tidak akan kalah bersaing dengan negara-negara yang berada di lingkungan Asean,” katanya
Kata Pabali, berdasarkan laporan world economic forum (WEF) dalam global competitiveness tahun 2015-2016, dari hasil survei peringkat daya saing Indonesia berada pada peringkat ke-37, masih berada di bawah negara Asean lainnya, seperti Singapura posisi 2, Malaysia urutan 18, dan Thailand urutan 31.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pabali-musa-hari-otda_20160426_105650.jpg)