Pabali Musa Prihatin Anak-anak Sudah Menjadi Target Peredaran Narkoba
Kejahatan narkoba melibatkan jaringan yang luas, lintas negara dan memiliki dukungan finansial yang sangat besar.
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Steven Greatness
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakil Bupati Sambas, Pabali Musa menyatakan, begitu berbahaya narkoba sebagai penghancur masa depan generasi muda Indonesia. Oleh sebab itu di era pemerintahan presiden Joko Widodo, dinyatakan perang terhadap narkoba.
Ia mengatakan berdasarkan data yang di keluarkan oleh BNN bahwa setiap harinya sebanyak 33 orang meninggal dunia karena narkoba.
"Hal yang paling membuat kita semua prihatin yakni peredaran gelap narkoba saat ini menargetkan usia anak-anak," ujarnya, Selasa (26/4/2016).
Pabali menjelaskan, peredaran narkoba merupakan kejahatan yang luar biasa. Daya rusak narkoba lebih serius dibandingkan dengan korupsi dan terorisme.
Kejahatan narkoba melibatkan jaringan yang luas, lintas negara dan memiliki dukungan finansial yang sangat besar.
"Narkoba merupakan mesin pembunuh massal yang merusak fungsi kerja otak, fisik dan emosi. Bahkan yang paling berbahaya adalah penurunan produktivitas, daya saing, serta stabilitas pertahanan dan keamanan nasional," jelasnya
Ia menambahkan penanganannya membutuhkan UU khusus yang spesifik dan memberikan efek jera. Selain itu, berdasarkan data BNN bahwa pada tahun 2014 lalu kerugian negara akibat penyalahgunaan narkoba sebesar Rp 63,1 triliun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pabali-musa-kacamata_20160401_233800.jpg)