IHSG Ditutup Koreksi Cukup Tinggi

Bursa Asia kembali melemah seiring dengan penguatan nilai tukar Yen dan Treasuries AS menjelang FOMC minggu ini.

IHSG Ditutup Koreksi Cukup Tinggi
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK,CO.ID, PONTIANAK - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi cukup dalam -64,77 poin sebesar -1,33 persen di level 4.814 dengan volume relatif sedang setelah berhasil menyentuh level tertinggi baru pada tahun ini.

Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri, mengatakan, pelemahan nilai tukar mata uang mayoritas di asia berhasil menyeret investor asing untuk melakukan aksi ambil untung.

Sejak awal bulan April ini telah melakukan pembelian bersih yang cukup besar sehingga investor asing tercatat net sell sebesar Rp 812,39 miliar pada perdagangan hari ini, Selasa (26/4/2016).

Informasi mengenai el nino yang dimana adanya penurunan pasokan dan kurangnya penanaman baru sehingga membuat outlook harga CPO mampu membuat sektor agriculture bersinar ditengah gelapnya sektor lain akibat pelemahan.

Bursa Asia kembali melemah seiring dengan penguatan nilai tukar Yen dan Treasuries AS menjelang FOMC minggu ini. Meskipun The Fed akan menyimpulkan peluang besar tidak adanya perubahan suku bunga investor tetap mengambil langkah aman dengan mengurangi investasi pada ekuitas beresiko dan meningkatkan permintaan instrumen safe haven.

Nilai tukar rupiah melemah dipimpin oleh ringgit Malaysia yang jatuh pasca dana investasi milik negara yang dipotong oleh pembayaran bunga obligasi pemerintah.

Bursa Eropa dibuka naik untuk pertama kalinya sejak ramainya laporan kinerja emiten besar yang rilis dibawah perkiraan. Poundsterling menguat ke level tertinggi dalam 6 minggu terhadap euro karena investor menilai mengenai prospek U.K yang keluar dari Uni Eropa yang mulai naik dengan probabilitas suara sebesar 43 persen.

Data ekonomi yang akan menjadi fokus investor selanjutnya akan datang dari indeks aktifitas sektoral di Jepang, Indeks harga import di German dengan ekspetasi cukup positif. pertumbuhan GDP di Inggris, cadangan minyak dan Pertemuan the Fed mengenai pembahasan kebijakan moneter dan kondisi ekonomi di AS saat ini.

Secara teknikal IHSG break MA7 support level dan berhasil menguji support MA50 dan bullish trend line pada level 4820. Semua indikator berindikasi bearish seperti Stochastic dan RSI yang mulai bergerak menurun dari area jenuh beli. Pada penurunan hari ini IHSG terlihat seakan kuat pada support MA50 yang sekaligus berdekatan dengan bullish trend line.

Peluang rebound jangka pendek tetap meskipun IHSG masih rentan melanjutkan pelemahan jika support MA50 dan bearish trend tadi break out dimana level pesimis pelemahan jika break out support hingga 4725 tepat dengan golden ratio 38,2 persen dari wave 3 nya.

"Sedangkan jika berhasil rebound pada support MA50 dan bullish trend rebound jangka pendek berada pada target 4.870. Sehingga diperkirakan pergerakan IHSG akan bergerak mixed mencoba bertahan di atas MA50 dengan range pergerakan 4.800-4.870," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Steven Greatness
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved