Ibu Rumah Tangga Menyesal Jadi Bandar Togel

Kapolda juga menggalakkan perang melawan perjudian, karena perjudian ini sudah menjadi penyakit masyarakat

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DHITA MUTIASARI
AK (baju tahanan) tertunduk lesu saat berada di Polres Mempawah lantaran kedapatan menjadi bandar togel, belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Seorang ibu rumah tangga, AK (54) hanya bisa tertunduk lesu saat digiring aparat Polres Mempawah lantaran kedapatan menjadi bandar togel sejak Rabu (20/4/2016) lalu.

Warga Desa Sungai Purun Kecil Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah ini mengaku menyesal menjadi bandar togel. "Menyesal, baru 4 bulan jualan ini, sudah ketangkap," ungkap ibu 3 anak ini.

Ia mengaku dari hasil keuntungan menjual togel jenis singapura ini hanya berkisal 100.000 per hari yang digunakannya untuk tambahan kebutuhan rumah tangga.

Kapolres Mempawah, AKBP Suharjimantoro mengatakan penangkapan terhadap AK ini berawal dari laporan warga, terlebih upaya pemberantasan perjudian ini dikatakannya sejalan dengan perintah Kapolda Kalbar.

"Kapolda juga menggalakkan perang melawan perjudian, karena perjudian ini sudah menjadi penyakit masyarakat,"jelasnya.

Maka dikatakannya walaupun tidak marak namun tidak dipungkiri praktik perjudian masih ada di Mempawah. Maka dikatakannya penangkapan togel ini diakui lagi-lagi kendalanya yakni bungkamnya pelaku saat diinterogasi.

"Karena mereka saat ini pandai, makanya saya yakin AK ini bukanlah besar, namun faktanya saat di interogasi, mereka pasti mengatakan bukanlah bandarnya," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved